Ancam Keluar Dari Kesepakatan Paris, Pernyataan Luhut Bertentangan Dengan Kebijakan Presiden Jokowi

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup ([WALHI] merespon pernyataan Luhut Binsar Panjaitan tentang ancaman keluar dari Kesepakatan Paris. Luhut dinilai telah melawan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan melangkahi kewenangan lembaga legislatif.
Menko Maritim Luhut B Pandjaitan

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Wahana Lingkungan Hidup ([WALHI] merespon pernyataan Luhut Binsar Panjaitan tentang ancaman keluar dari Kesepakatan Paris. Luhut dinilai telah melawan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan melangkahi kewenangan lembaga legislatif.

“Pada tanggal 27 Maret 2019 Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membuat pernyataan di media bahwa pemerintah Indonesia mengancam akan keluar dari Kesepakatan Paris, pernyataan tersebut sebagai reaksi atas keluarnya delegated act Komisi Uni Eropa terkait penggunaan sawit untuk biofuel” ungkap Yuyun Harmono aktifis WALHI dalam rilis pers yang diterima Kamis malam (28/3/2019).

Pernyataan Luhut tersebut kata Yuyun, adalah pernyataan yang serampangan, tanpa berpikir panjang dan keliru.

Loading...

Dikatakan Yuyun, keterlibatan Indonesia dalam Kesepakatan Paris merupakan komitmen Presiden Joko Widodo sebagaimana disampaikan pada COP 21 UNFCCC di Paris Indonesia akan terlibat dalam upaya menanggulangi perubahan iklim yang merupakan masalah global.

“Selain bertentangan dengan komitmen Presiden Joko Widodo, pernyataan Luhut Binsar Panjaitan tersebut juga melangkahi kewenangan DPR-RI karena tidak atas persetujuan parlemen” kata Yuyun lagi.

Untuk itu, tegas Yuyun, WALHI akan menyampaikan menyampaikan protes keras atas pernyataan Luhut tersebut.

Informasi yang berhasil dirangkum, Indonesia mengancam akan keluar dari Perjanjian Paris (Paris Agreement) terkait perubahan iklim karena adanya diskriminasi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di Uni Eropa.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Maritim Luhut B Pandjaitan dalam acara seminar pengembangan industri kelapa sawit menuju kemandirian. Luhut mengatakan Indonesia akan mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) yang juga telah mundur dari kesepakatan tersebut.

“Kalau bicara lingkungan, US keluar juga dari climate change. Kita firm karena ini kepentingan nasional, karena rakyat kecil. Presiden Jokowi di Solo bilang firm enggak main-main,” kata Luhut di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019. dikutip dari medcom.id.

Dikatakan Luhut pemerintah siap pasang badan untuk para petani sawit. Dia bilang ada hampir 20 juta orang menggantungkan hidup dari komoditas tersebut. Ia mengatakan kelapa sawit turut menyumbang lapangan pekerjaan bagi rakyat dan berdampak bagi penurunan kemiskinan.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here