AXA Mandiri Dan Bank Mandiri Digugat Nasabah Rp.16,2 M

Jumadi dampingi Kuasa Hukumnya Mulkan saat mendaftarkan gugatannya ke PN Jaksel
Jumadi dampingi Kuasa Hukumnya Mulkan saat mendaftarkan gugatannya ke PN Jaksel

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Modus yang dilakukan Polis asuransi AXA Mandiri yang mendebet rekening nasabah Bank Mandiri Rp.305.200 tanpa ada persetujuan tertulis dari nasabah menjadi masalah hukum. Atas kejadian tersebut, nasabah menggugat pihak AXA Mandiri dan Bank Mandiri Rp.16,2 milyar.

Hal itu disampaikan oleh Advokat Mulkan Let-Let, Kuasa Hukum dari Jumadi nasabah yang merasa dirugikan oleh pihak asuransi tersebut.

“Klien kami adalah nasabah perorangan pada Bank Mandiri dan Pemegang Polis dalam produk Asuransi MH (Asuransi Mandiri Hospitalife) pada AXA Mandiri” terang Mulkan kepada bukamata.co Kamis (11/7/2019).

Loading...

Diterangkan Mulkan, bahwa pada 21 November 2015 kliennya menyetujui untuk ikut serta dalam produk Asuransi Mandiri Hospitalife (Asuransi MH) yang diberikan oleh AXA Mandiri.

“AXA Mandiri hanya menawarkan dan klien kami hanya menyetujui melalui telepon dengan menggunakan rekaman (recording) namun tidak ada tindakan selanjutnya dari AXA Mandiri untuk mengajukan atau mendapatkan persetujuan secara tertulis dari klien kami terkait dilakukannya pendebetan oleh AXA Mandiri pada rekening klien kami setiap bulannya sebesar Rp. 305.200,” papar Mulkan.

Pendebetan tersebut, terang Mulkan, terhitung sejak tanggal 24 November 2015 dan bahkan tidak ada pemberian surat kuasa secara tertulis dari kliennya kepada AXA Mandiri untuk melakukan pendebetan.

Kemudian lanjut Mulkan, pada 28 Februari 2018 kliennya menerima surat dari AXA Mandiri tertanggal 22 Februari 2018 perihal Status Polis Tidak Aktif.

“Dan dalam surat tersebut menginformasikan bahwa polis klien kami telah menjadi tidak aktif sejak tanggal 24 November 2017 dan yang sangat disayangkan AXA Mandiri tidak memberikan peringatan terlebih dahulu secara tertulis kepada klien kami sebelum dikeluarkan status polis tidak aktif, ” ujar Mulkan.

Bahkan terang dia lagi, AXA Mandiri kembali melakukan tindakan yang merugikan kliennya dengan cara melakukan pendebetan pada rekening Jumadi pada Bank Mandiri sebesar Rp. 305.200, secara sepihak tanpa ada izin secara tertulis ataupun tanpa adan Surat Kuasa dari nasabah.

Dikatakan Mulka, atas pendebetan yang dilakukan oleh AXA Mandiri atas rekening kliennya, seharusnya Bank Mandiri melaksanakan prinsip kehati-hatian pada Bank.

“Yakni pendebetan yang dilakukan oleh AXA Mandiri seharusnya tidak diizinkan oleh Bank Mandiri ataupun dapat dibatalkan dikarenakan tidak terdapat surat kuasa dari klien kami kepada AXA Mandiri untuk melakukan pendebetan dari rekening milik klien kami” terangnya.

Menurut Mulkan, atas penggunaan data dan informasi pribadi kliennya yang dilakukan oleh AXA Mandiri, mereka ,menduga pihak Bank Mandiri telah membocorkan rahasia pribadi nasabah.

“Kami menduga, Bank Mandiri telah membocorkan data dan informasi pribadi klien kami kepada pihak ketiga yakni kepada AXA Mandiri tanpa ada persetujuan secara tertulis dari klien kami” tegas Mulkan.

Mulkan juga menegaskan bahwa kliennya tidak pernah memberikan surat kuasa kepada AXA Mandiri atau kepada perorangan maupun kepada badan hukum lainnya untuk melakukan pendebetan atas rekening Jumadi.

“Serta klien kami tidak pernah memberikan surat kuasa kepada Bank Mandiri untuk memberikan data pribadinya sebagai nasabah perorangan pada Bank Mandiri kepada Axa Mandiri ataupun kepada perorangan maupun kepada badan hukum lainnya” terangnya

Atas perbuatan tersebut, Jumadi melalui Kuasa Hukumnnya Mulkan Let-Let, S.H., menegaskan bahwa secara yuridis segala sesuatu keterangan mengenai nasabah perorangan pada Bank Mandiri seharusnya wajib dirahasiakan.

Dan termasuk dalam ketentuan Rahasia Bank sebagaimana ketentuan Pasal 1 angka 28 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998., yang berbunyi “Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanan.”

Ditegaskan Mulkan, atas kejadian tersebut telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 40 UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan UU No 10 Tahun 1998 diancam dengan Pidana Penjara antara 2 hingga 4 tahun serta denda antara Rp 4 milyar, sampai dengan Rp 8 milyar, sebagaimana ketentuan Pasal 47 ayat (2) UU Perbankan dan termasuk sebagai kejahatan sebagaimana ketentuan Pasal 51 UU Perbankan.

Mulkan mengatakan bahwa tindakan AXA Mandiri dan Bank Mandiri jelas merupakan tindakan perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata, berbunyi “Setiap perbuatan melawan hukum yang oleh karenanya menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu mengganti kerugian.”

Dengan dasar tersebut Jumadi melalui kuasa hukumnya mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor 511/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel pada 21 Juni 2019 sebagai Penggugat melawan AXA Mandiri sebagai Tergugat I dan Bank Mandiri sebagai Tergugat I. Dimana, sidang perdana akan dilaksanakan pada Selasa 16 Juli 2019 bertempat di ruang sidang 5.

“Dalam tuntutan Kami, Kami menuntut ganti rugi baik Materiil maupun Immateriil akibat tindakan AXA Mandiri dan Bank Mandiri sebesar Rp. 16,2 Milyar” tutup Mulkan.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

4 KOMENTAR

  1. Waduh hampir sama saya nch.yang saya alami. Saya mau berhenti malah uangnya Angus 3 juta lebih. Kalau mau di lanjut di kurangi jadi 2 lebih . Tiap bulan di potong. Mohon bantu LBH . Ini nomor tlp saya 082312203507. Terimakasih.

  2. Aku jg pernah ngalami hal yg sama. Anehnya kok dari rekaman aja uang kita bisa langsung di potong. Emang gampang cari uang. Kok pihak bank dengan gampangnya main potong uang orang. Heran ko segampang itu mereka main ambil uang orang.ini sih uda kerja sama bank dg pihak axa utk menjebak orang. Klau mau cr uang itu yg halal, jgn dr hasil nipu orang. Sampai kapanpun aku ga akan ikhlas. Semoga uang yg dimakan mrk jd penyakit. Aminn

  3. Sukur lo mandiri. Gw juga pernah jadi nasabah asuransi AXA ampun dah berbelit belit proses klaimnya alasan kurang ini itu segala fotocopyan ga jelas silit.
    Sesuai namanya emang mandiri, nasabah disuruh Mandiri maksudnya jgn bergantung dg mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here