Ini Bentuk Kecurangan Dan Korupsi Finansial di Era Digitalisasi

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter melakukan kerjasama dalam bentuk riset dengan Universiti Teknologi MARA (UIUTM) Malaysia yang bertujuan untuk melahirkan hasil studi, riset dan teori mengenai kecurangan (fraud) dan pencegahan korupsi. Tujuannya untuk melahirkan hasil studi, riset dan teori mengenai kecurangan (fraud) dan pencegahan korupsi.
Ilustrasi

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter melakukan kerjasama dalam bentuk riset dengan Universiti Teknologi MARA (UIUTM) Malaysia yang bertujuan untuk melahirkan hasil studi, riset dan teori mengenai kecurangan (fraud) dan pencegahan korupsi. Tujuannya untuk melahirkan hasil studi, riset dan teori mengenai kecurangan (fraud) dan pencegahan korupsi.

Mengutip laman kemenkeu.go.id, menurut Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI ia mengatakan bahwa pertumbuhan perekonomian global yang cepat juga mengundang ancaman kejahatan finansial dan terorisme sehingga sangat penting bagi pemerintah dan juga intelejen untuk memahami dan memprediksi ancaman-ancaman di era digital ini.

Pada kesempatan tersebut, Mardiasmo didaulat dalam acara The 9th International Conference on Financial Criminology (ICFC) di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta pada Selasa (04/12) yang digelar Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter bekerjasama dengan Universiti Teknologi MARA (UIUTM) Malaysia.

Loading...

“Dengan penggunaan teknologi digital, sektor keuangan berhasil menciptakan produk dan jasa baru, dan juga model bisnis yang baru. Di satu sisi, hal ini menciptakan potensi baru, namun di lain sisi, hal ini juga dapat memicu dampak yang merugikan dalam sistem pembayaran dan kestabilitasan moneter,” jelas Wamenkeu dikutip dari kemenkeu.go.id.

Skema pencucian uang secara tradisional dengan menggunakan transaksi barang mewah saat ini sudah banyak berganti menjadi dengan menggunakan cryptocurrency yang bersifat anonim, sehingga menyulitkan pengauditan oleh pihak yang berwenang dan berdasarkan laporan Europol tahun 2015, Bitcoin digunakan oleh dalam 40% pembayaran illegal di Uni Eropa.

Sebagai informasi, ACFE adalah sebuah organisasi anti-fraud dan penyelenggaran pendidikan dan pelatihan yang memiliki anggota lebih dari 85.000 profesional di seluruh dunia dengan misi menurunkan tingkat fraud di seluruh dunia dan meningkatkan kepercayaan publik atas pentingnya integritas dan obyektivitas dalam menjalankan profesi. Sedangkan ACFE Indonesia Chapter beranggotakan lebih dari 1.084 profesional baik dari instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Editor Rikmal Hadi
sumber kemenkeu.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here