Lakukan Penipuan, Almud: “Jokowi Harus Pecat Rini Soemarno, Seluruh Direksi PT Garuda Indonesia

Almud saat melakukan aksi massa di depan kantor PT Garuda Indonesia di Jakarta Selasa 2 Juli 2019
Almud saat melakukan aksi massa di depan kantor PT Garuda Indonesia di Jakarta Selasa 2 Juli 2019

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Demonstrans yang menamakan diri Aliansi Muda untuk Demokrasi (Almud) menduga adanya penipuan publik yang dilakukan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara dalam laporan keuangan tahunan (LPK) perusahaan tahun 2018.

“Pada laporan 31 Desember 2018 dituliskan bahwa PT Garuda Indonesia (persero) Tbk meraup laba bersih USD 809,85 ribu atau sekitar Rp11 miliar. Padahal kita ketahui bersama PT Garuda mengalami kerugian cukup dalam pada 2017 mencapai Rp3 triliun,” ujar Koordinator Almud, Fadhli di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Atas kondisi itu, Fadhli bertanya-tanya, bagaimana mungkin kerugian yang cukup dalam dapat disulap menjadi keuntungan hanya dalam setahun. Apalagi pada 2018 rupiah pernah melemah hingga Rp14.000 per 1 dolar amerika dan harga minya dunia juga tidak stabil.

Loading...

“Kita beetanya-tanya, seharusnya kondisi ekonomi yang melemah menjadi kendala untuk semua perusahaan penerbangan, tetapi kenapa Garuda malah mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Kemudian diketahui juga, berdasarkan laporan keuangan 2018, ada perjanjian kerjasama antara PT Garuda dengan perusahaan Mahata Aero Teknologi sebesar USD 239 juta. Namun kerjasama itu tidak dapat dimasukan dalam LPK 2018 karena kerja sama ini untuk 15 tahun dan dana tersebut belum diterima sampai akhir tahun 2018.

“Hal ini merugikan sekali bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) dimana PT Garuda juga menjual sahamnya kepada masyarakat umum jadi hal ini dapat kita kategorikan sebagai penipuan publik,” jelas Fadhli.

Menurut Fadhli, sebagai perusahan plat merah sekaligus sebagai perusahaan publik, Garuda seharusnya membuat laporan keuangan yang jujur dan tidak ada penipuan publik di dalamnya.

Namun nyatanya, OJK telah memberikan sanksi kepada PT Garuda (persero) Tbk, karena dianggap membuat laporan keuangan yang tidak benar. Bahkan semua direksi dijatuhkan denda masing-masing Rp100 juta dan akuntan publik yang menangani LPK PT Garuda (persero) Tbk telah dibekukan selama satu tahun, dan hal ini tertuang pada laporan OJK yang disiarkan pada 28 Juni 2019.

“Kami menilai Ari Askhara telah gagal dalam memimpin PT Garuda sebagai perusahaan BUMN, sehingga menguntungkan mafia-mafia penerbangan dan merugikan masyarakat dengan mahalnya tiket pesawat,” tegas Fadhli.

Almud tegas Fadhli mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera memecat Menteri BUMN Rini Soemarno serta seluruh Direksi dimulai dari Ari Askhara dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu juga ditegaskan Fadhli, Jokowi juga harus mengeluarkan kebijakan untuk mencoret semua dewan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena melakukan penipuan dalam perbuatan laporan keuangan tahunan 2018.

“Turunkan harga tiket pesawat untuk memudahkan masyarakat. Jokowi harus berani memecat Menteri BUMN Rini Soemarno karena telah membiarkan kecurangan di BUMN” tutup Fadhli.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here