Pakar Panasbumi Indonesia Ini Sarankan Ini Kepada Presiden Jokowi

Alimin Ginting, Pakar ADPPI (Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia)
Alimin Ginting, Pakar ADPPI (Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Pengelolaan energi Indonesia kedepan, diharapkan
sesuai dengan perkembangan global yang terjadi, dengan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia. Energi dan bahan tambang alam lainnya harus dikelola tepat sasaran dan tepat guna baik untuk kepentingan nasional maupun global.

Hal itu disampaikan Alimin Ginting, Pakar ADPPI (Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia) dalam keterangan persnya kepada bukamata.co Kamis (1 Agustus 2019.

“Bila kita lihat perkembangan saat ini terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim termasuk lingkungan yang dianggap sektor energi dan industri berkontribusi cukup signifikan,dengan hasil akhir menimbulkan bencana alam dan kemanusian yang dahsyat, maka kedepan pengelolaan energi kita tidak boleh lagi sembarangan” papar dia.

Loading...

Menurut Alimin, hal perlu diseimbangkan pemanfaatan energi fosil dan energi baru dan terbarukan untuk menjawab persoalan lokal dan global tersebut.

Selain itu juga terang dia, karena tuntutan perkembangan industri otomotif yang mengarah kepada “berbahan bakar lstrik- mobil listrik” maka kata dia lagi, harus siap berubah dan menyesuaikan diri dalam pengelolaan energi nasional kedepan.

Menurut dia lagi, dalam masa transisi pemanfaatan energi fosil yang berkadar gas rumah kaca tinggi ke energi baru dan terbarukan, maka katanya dibutuhkan kehati-hatian dalam pengelolaan energi sangat diperlukan.

“Pemanfaatan energi terbarukan yang mendesak tidak hanya untuk kepentingan lingkungan tapi juga untuk menjawab tuntutan global kearah “low carbon economy kedepan” ujarnya.

Low carbon economy ini ucap Alimin erat kaitannya dengan peningkatan pendanaan dan iklim investasi di Indonesia yang ujung-ujungnya terkait dengan penyediaan lapangan kerja di Indonesia.

Juga, lanjutnya pengembangan energi baru terbarukan ini sangat penting untuk menyeimbangkan ekspor, impor bahan bakar dalam negeri yang dapat menguras devisa dan mengganggu ekonomi Indonesia secara nasional.

“Dimasa transisi ini peran biodiesel dan EBT yang lainnya sangat berperan penting. Biodiesel kita tahu atau biofuel dapat juga meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia karena bahan dasarnya dapat berasal dari produk pertanian masyarakat Indonesia,” tukas Alimin.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here