Program PKH Tahun 2019, Presiden Jokowi Gelontorkan Rp34 Triliun Untuk 10 Juta Penerima

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang semula berjumlah Rp19 Triliun naik menjadi Rp.34 triliun, dan diperuntukan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di pada tahun 2019 nanti. Di tahun sebelumnya KPM hanya berjumlah 6 juta orang.
Kepala Negara berjalan di antara peserta Jambore Sumber Daya PKH, di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12) pagi. (Foto: Humas Setkab)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang semula berjumlah Rp19 Triliun naik menjadi Rp.34 triliun, dan diperuntukan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di pada tahun 2019 nanti. Di tahun sebelumnya KPM hanya berjumlah 6 juta orang.

Kemudian di tahun sebelumnya PKH menerima Rp.1.800.000 satu kelaurga, namun di tahun 2019 akan menerima bisa dua kali lipatnya.

“Jadi tugas Bapak/Ibu dan saudara-saudara sekalian semakin berat mendampingi keluarga-keluarga ini (KPM) agar mampu meloncat ke level yang lebih tinggi,” kata Presiden Jokowi kepada sekitar 600 peserta Jambore Sumber Daya PKH, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12) pagi dilansir dari setkab.go.id.

Loading...

Untuk itulah Jokowi meminta kepada para peserta Jambore Sumber Daya PKH agar memastikan penyaluran bantuan itu betul-betul sampai di tangan penerima manfaat. Meskipun sistem sudah kita bangun tapi memastikan bahwa anggaran itu sampai ke tangan penerima manfaat.

Yang paling penting, menurut Presiden, pemerintah ingin menyiapkan sumber daya manusia ke depan dari Kelompok Prasejahtera ini agar masuk ke level yang lebih tinggi. Ia menunjuk contoh misalnya di bidang kesehatan, yang prasejahtera ini bisa naik ke level yang lebih atas.

“Kalau mereka di dalam kelompok-kelompok ini tidak ada yang namanya stunting atau kekerdilan pastikan jangan sampai ada,” pesan Presiden.

Kepala Negara juga meminta agar dipastikan bahwa anggaran yang ada ini sudah dipakai untuk menyehatkan ibu dan anak. Karena itu, Kepala Negara mengingatkan, yang namanya gizi itu sangat penting sekali.

“Arahkan mereka untuk membeli hal-hal yang berkaitan dengan gizi terutama yang memiliki anak-anak balita atau Ibu yang mengandung. Ini penting sekali ini, menyiapkan generasi 20, 30, 40 tahun kemudian ke depan,” tutur Kepala Negara.

Presiden Jokowi juga meminta kepada peserta jambore Sumber Daya PKH untuk mengajari penerima PKH agar bisa mengelola keuangan yang diberikan pemerintah. Jangan sampai uang yang ada dipakai untuk hal-hal yang bersifat konsumtif harus untuk yang produktif.

“Kalau memiliki kemampuan untuk berdagang bimbing ajari mereka untuk itu, yang paling cepat untuk masuk level yang lebih atas tidak apa-apa,” kata Presiden.

Presiden memberi contoh saat dirinya bertemu dengan seorang pedagang di Jakarta Timur, yang modal jualannya naik dari Rp200.000 menjadi Rp500.000, sehingga kapasitasnya lebih besar, dan omzet lebih besar, keuntungan bisa jadi lebih besar.

Demikian juga dengan di Bogor, ada yang jualan nasi uduk begitu dapat PKH bisa jualan nasi uduk sama Baso, ada nasi uduk sebelahnya ada bakso bisa punya double usaha incomenya bertambah dari nasi uduk dan bakso.

“Meng-create seperti ini yang juga diperlukan tapi yang paling penting adalah pengelolaan keuangan itu benar,” tutur Presiden.

Karena itu Presiden Jokowi menekankan agar para peserta Jambore Sumber Daya PKH benar-benar mendampingi penerima PKH, karena semuanya sangat berkepentingan sekali untuk kita bisa menghilangkan menghapuskan kemiskinan dari negara kita.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Editor Rikmal Hadi
sumber setkab.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here