TuK Indonesia sebut Maybank Pemodal Terbesar Industri Kelapa Sawit di Dunia

BUKAMATA.CO,JAKARTA-TuK Indonesia bersama Profundo meluncurkan laporan investigasi mereka dan menyebutkan Maybank, Bank dengan cabang terbanyak di Malaysia ternyata pemodal terbesar industri kelapa sawit.

Laporan tersebut menemukan Maybank merupakan pemodal terbesar di dunia, pada sektor kelapa sawit. Yaitu memberikan 11 persen dari seluruh pinjaman dan penjaminan kepada 85 perusahaan kelapa sawit pada periode 2010-2016. Namun, Maybank tidak memiliki kebijakan risiko yang tersedia secara publik, untuk pembiayaan sektor ini. Maybank memiliki hubungan keuangan dengan sejumlah besar perusahaan minyak sawit kontroversial yang terlibat dalam masalah lingkungan, sosial dan tata kelola. Implikasi ini membuat Maybank terpapar risiko finansial dan risiko reputasi yang signifikan.

Lima lien kelapa sawit Maybank yang aktif di Indonesia, semuanya terlibat dalam konflik yang berkaitan dengan deforestasi kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi dan karbon tinggi, pengembangan lahan gambut, kebakaran besar di konsesi mereka, konflik dengan masyarakat lokal mengenai perebutan lahan, kurangnya Free , Prior and Informed consent (FPIC), dan kondisi kerja buruk, termasuk kerja paksa (pekerja anak).

Loading...

Perkembangan kelapa sawit telah menghancurkan jutaan hektar hutan dan lahan gambut di Indonesia. Hal ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan merampas banyak hak komunitas lokal dari tanah adat mereka. Banyak perkebunan telah didirikan di lahan gambut; drainase pada lahan gambut membuat lahan sangat mudah terbakar, menyebabkan banyak kebakaran, menyebabkan masalah kesehatan terkait kabut asap, dan emisi Gas Rumah Kaca yang sangat tinggi.

Beberapa pemodal besar telah menerapkan kebijakan Lingkungan, Sosial dan Tata kelola (LST) untuk mencegah mereka terlibat langsung dengan klien kontroversial. Namun, analisis dalam laporan ini menemukan bahwa para pemodal ini masih mendapatkan keuntungan dari perusahaan kelapa sawit yang kontroversial, yaitu dengan membiayai Maybank.

Sementara, beberapa pemodal ini adalah anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dan penandatangan UN-supported Principles for Responsible Investment (PRI). Keterlibatan tidak langsung di perusahaan kelapa sawit yang kontroversial ini, tidak sesuai dengan semangat komitmen mereka, dan menyebabkan mereka terpapar risiko reputasi.

“Untuk menghindari risiko lebih lanjut, Maybank harus segera mengembangkan kebijakan LST yang kuat, dan menahan diri dari membiayai klien yang tidak mematuhi standar minimum kebijakan LST. Bank-bank pemodal Maybank harus mendukung Maybank dalam pengembangan kebijakan LST. Maybank harus berkomitmen pada rencana terikat waktu untuk melakukannya. Jika Maybank gagal menerapkan kebijakan yang memadai dalam jangka waktu yang ditentukan, pemodalnya harus memutuskan hubungan dengan Maybank” kata Edi Sutrisno, Wakil Direktur TuK Indonesia.

Sekilas tentang Maybank. Maybank adalah dagang untuk Malayan Banking Berhad, dengan julukan sebagai “Bank Kepala Harimau”, adalah jaringan bank dan grup jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia, dan beroperasi sebagai perbankan penting di Singapura, Indonesia dan Filipina. Bank memiliki kepentingan besar dalam perbankan Islam melalui Maybank Islamic Bank dan asuransi melalui anak perusahaannya Etiqa. Maybank adalah bank yang memiliki cabang terbanyak di Malaysia dengan lebih 384 cabang lokal dan 190 cabang dan kantor di luar negeri. Maybank adalah perusahaan dengan nilai terbesar yang terdaftar di Bursa saham Malaysia, dengan kapitalisasi pasar lebih dari RM 54 miliar pada 31 Maret 2011.(rls)

Editor Ridho

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here