ADPPI Usulkan Prefesional di Bidang EBT Jadi Menteri ESDM

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi (ADPPI), Hasanuddin, meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan agar sosok yang menjadi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2019-2024 ditempati oleh sosok profesional di bidang energi baru terbarukan (EBT).

Menurut Hasanuddin, sosok yang faham dari A sampai Z soal EBT sangat penting agar sumber daya EBT yang dimiliki Indonesia bisa tergali secara maksimal untuk  dimanfaatkan sebesar-besarnya kepentingan masyarakat.

“Sekarang ini EBT bukan cuma energi pelengkap, namun sebuah keharusan yang mutlak terkait beberapa hal. Di antaranya, pertama, komitmen Indonesia di tataran internaional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen atau setara 834 juta ton karbindioksida (CO2) hingga tahun 2030 dengan pembiayaan sendiri, dan 41 persen atau setara 1.081 juta ton CO2 dengan dukungan internasional,” kata Hasanuddin di kantor ADPPI, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Loading...

Kedua, lanjutnya, cadangan energi fosil Indonesia yang kian menipis sehingga diperkirakan habis pada 12 tahun mendatang.

“Menurut catatan ADPPI, cadangan terbukti minyak kita 3,6 miliar barel dengan tingkat produksi 800 ribu per hari. Jika terus dieksploitasi dengan produksi tetap 800 ribu barel per hari, maka dalam waktu 12 tahun lagi Indonesia tak akan bisa memproduksi minyak lagi. Selesai sudah riwayat minyak kita,” katanya.

Ketiga, menurut Hasanuddin, masih minimnya pemanfaatan EBT  di tengah sumber daya EBT Indonesia yang sangat melimpah.

“Indoneia memiliki potensi panasbumi 29 ribu MW, tenaga air 75 ribu MW, tenaga angin 133,3 ribu MW,  dan 18 ribu MW tenaga gelombang. Namun semua potensi tadi baru termanfaatkan kurang dari 10 persen. Contohnya panasbumi, dari potensi 29 ribu MW, hingga kini masih kurang 2000 MW yang termanfaatkan,” katanya.

Untuk menggali EBT yang jumlahnya sangat melimpah tersebut, Hasanuddin menilai dibutuhkan sosok menteri ESDM yang sangat faham terhadap seluk EBT.

“Kepercayaan Pemerintahan Jokowi untuk menunjuk seorang profesional yang faham EBT, merupakan salah satu wujud dari komitmennnya untuk mengembangkan EBT menuju kedaulatan energi Indonesia, menciptakan lingkungan hidup  yang lebih baik  dan membantu mengatasi  pemanasan global/perubahan iklim dunia melalui pengembangan energi terbarukan,” tegasnya.

Siapa nama yang diusulkan ADPPI? Hasanudiin menyebut Dr. Alimin Ginting.

“Dia sosok yang tepat untuk menjadi Menteri ESDM, mengingat kapasitas dan kapabilitasnya di bidang EBT yang tak diragukan lagi. Dia mantan pejabat di BUMN bidang energi, dia juga mantan Ketua Asosiasi Panasbumi Indonesia. Ditambah lagi dengan komitmennya terhadap EBT selama ini, maka kami yakin di bawah Pak Alimin Ginting, EBT Indonesia akan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menggeser penggunaan energi fosil,” beber Hasanuddin.

Hasanuddin mengakui, bawah Alimin Ginting memang menjadi Dewan Pembina ADPPI. Namun, tegasnya, bukan karena hal itu ia mengusulkannya menjadi Menteri ESDM, melainkan karena profesionalitas dan visinya untuk membangun energi hijau dan ramah lingkungan dalam rangka mencapai kedaulatan energi.

“Kalupun dia bukan orang ADPPI, kami tetap akan mengusulkannya. Ia memiliki visi yang jelas dalam membangun kedaulatan energi berlandaskan energi hijau yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Hasanuddin berharap, usulan ADPPI menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi demi Indonesia yang lebih maju dan berdaulat di bidang energi serta lingkungan yang lebih baik.

Inilah sosok Alimin Ginting yang diusulkan jadi Menteri ESDM oleh ADPPI.

Nama :  Alimin Ginting (Ir).

Tempat dan tanggal lahir :  Sukanalu–Medan, Sumatera Utara,  29 Nopember,1955

Alamat :  Jl. Siung Block A-3 No. 7 Kompleks Kowilhan-II, Setu, Jakarta – Timur. Hp: 0811626387.

PENDIDIKAN :

1982 : Tamat  dari  Jurusan Geologi Universitas Padjadjaran , Bandung

1986 : Tamat dari  Geothermal Institute , Auckland Universitas New Zealand.

PENGALAMAN KERJA :

Di bidang energi, kurang lebih 35 tahun pengalaman bekerja di perusahaan multi nasional dan nasional Indonesia, terutama dalam pengembangan energi terbarukan panasbumi dan energi terbarukan lainnya. Memiliki berbagai pengalaman di bidang eksplorasi, pemboran, eksploitasi dan operasi ernergi terbarukan panas bumi dan sebagian dibidang solar power dan micro-hydro. Turut serta mengekplorasi lapangan panasbumi G.Salak yang telah menghasilkan energi listrik 377 MW dan Sarulla 330 MW.

Sampai saat ini berkerja di perusahaan konsultan bidang energi, terutama energi terbarukan panasbumi dan terakhir ini mengembangkan usaha dibidang energy terbarukan lainnya seperti  solar power.

Dengan latar belakang pendidikan geologi dan energy,  banyak berinteraksi dengan bidang perminyakan dan pertambangan selain energi terbarukan.

Pendamping masyarakat pada letusan gunung api Sinabung yang merupakan bencana alam/bencana geologi untuk memberikan penjelasan ilmiah  terkait aktifitas  gunung api tersebut sejak meletus tahun 2010  sampai meredanya letusan  Sinabung  pada tahun 2017 di  Tanah Karo, Sumatera Utara.

Ketua Badan Pelaksana Geopark Kaldera  Tahun 2016-2017 kurang lebih dua (2) tahun, terkait dengan kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan Pemerintah  sebagai destinasi wisata internasional  berbasis Geopark ( mengedepankan alam dan budaya) dengan tugas menentukan titik –titik kunjungan di kawasan Kaldera Toba yang kaya warisan alam dan budaya.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here