Megawati: 8 Maret, Hari Pengakuan Dunia terhadap Hak Politik Perempuan

Megawati Soekarnoputri bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang di sela penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (08/3/2018). (Foto: Antaranews.com/Dokumentasi Humas MPR)

BUKAMATA.CO,JATINANGOR-Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri menyatakan hari ini, tanggal 8 Maret di hari perempuan internasional ini merupakan hari pengakuan dunia terhadap hak politik yang dimiliki perempuan.

Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidato usai dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa Bidang Politik dan Pemerintahan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (8/3/2017).

“Hari ini bertepatan Hari Perempuan Internasional yang merupakan pengakuan hak politik terhadap perempuan di Indonesia dan dunia,” tutur Megawati. “Selamat Hari Perempuan Internasional kepada seluruh perempuan Indonesia dan dunia.”

Loading...

Megawati mengatakan ayahnya, Sukarno, pernah membuat tulisan berjudul ‘Kongres Kaum Ibu’. Megawati mengaku mengadopsi pemahaman politik Sukarno dalam tulisan tersebut selama dirinya berkiprah di dunia politik sejak dulu.

Megawati mengatakan bahwa sang proklamator dan juga presiden pertama RI itu pernah mengingatkan betapa penting peran perempuan dalam kehidupan bangsa dan negara. Emansipasi perempuan, kata Megawati, merupakan representasi dari suatu emansipasi bangsa.

“Artinya kesadaran perempuan untuk bersama laki-laki untuk Indonesia merdeka,” kata Megawati.

Megawati mengklaim paham betul mengenai permasalahan perempuan dalam dunia politik di Indonesia. Ia mengatakan perempuan zaman dulu dan kini cenderung berbeda. Dia mengatakan bahwa perempuan zaman dulu lebih bersemangat untuk aktif di bidang politik bersanding dengan kaum laki-laki. Perempuan zaman dulu, sambungnya, dinilai lebih bergairah untuk masuk ke dalam politik praktis.

“Kenapa justru setelah kita memiliki konstitusi, setelah hak kita sama, tetapi kok justru sulit di lapangan. tatarannya semakin sulit,” ujar Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut.

Dia lalu menegaskan politik sama sekali tidak diskriminatif terhadap perempuan. Megawati juga mengingatkan perempuan sebagai represtasi dari rakyat. Pemerintah, kata Megawati, harus menjamin kepada perempuan untuk mendapat ruang dan akses berkiprah di bidang politik.

“Ruang dan akses bagi rakyat terhadap keputusan pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya juga mental dan spiritual harus dibuka,” katanya.

Megawati lalu mengucapkan terima kasih kepada IPDN yang memberikannya gelar Doktor kehormatan Honoris Causa bidang politik dan pemerintahan. Dia sangat mengapresiasi gelar yang diberikan kampus para Praja tersebut.

“Semoga IPDN bisa melahirkan kaderkader terbaik bangsa, terampil dan berjiwa nasionalis,” harap Megawati.

Gelar doktor kehormatan dari IPDN ini merupakan gelar ketujuh yang diperoleh Megawati. Gubernur IPDN, Ermaya Suradinata, mengatakan pihaknya sengaja menanugerahkan itu karena Megawati merupakan representasi dari perempuan yang dapat menjadi pemimpin yang tegas. Hal itu terbukti saat Megawati menjabat sebagai presiden pada medio 2001-2004 silam.

“Telah menampilkan kepemimpinan perempuan yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Ermaya soal pemberian gelar Honoris Causa kepada Megawati di hari Perempuan Internasional ini.

Editor Ridho
CNNIndonesia.com

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here