Bamsoet Ketua DPR RI Dilaporkan ke Polisi Dituding Serobot Lahan di Bali

BUKAMATA.CO, DENPASAR - Vita Setyaningrum warga pemilik tanah di Banjar Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarankan, Kabupaten Klungkung melaporkan Bambang Soesatyo ke pihak kepolisian. Ketua DPR RI tersebut dilaporkan Vita terkait adanya dugaan penyerobotan lahan miliknya.
Vita Setyaningrum warga pemilik tanah di Banjar Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarankan, Kabupaten Klungkung yang melaporkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

BUKAMATA.CO, DENPASAR – Vita Setyaningrum warga pemilik tanah di Banjar Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarankan, Kabupaten Klungkung melaporkan Bambang Soesatyo ke pihak kepolisian. Ketua DPR RI tersebut dilaporkan Vita terkait adanya dugaan penyerobotan lahan miliknya.

Dikatakan Vita saat dikofirmasi bukamata.co, ia membenarkan telah melakukan laporan ke pihak Bareskrim Mabes Polri dengan Nomor LP/618/IV/2018 Tanggal 10 Mei 2018 terkait penyerobotan tanah dengan pasal 385 KUHP. Dan katanya lagi, masalah yang ia laporkan tersebut kemudian diilimpahkan ke Polda Bali berdasarkan surat Kabareskrim Polri Nomor B/3277/V/Res.7.4/2018 Tanggal 15 Mei.

“Benar mas, laporan awal di Bareskrim Mabes Polri sudah dilimpahkan ke Polda Bali dan pihak Ditreskrimum sudah terima pelimpahan itu sejak Tanggal 22 Mei 2018. Ini ditangani oleh Penyidik Unit II Subdit II,” katanya melalui pesan aplikasi Whatapss Kamis malam (28/6/2018).

Loading...

Vita memaparkan bahwa kejadian ini berawal dari, sebidang tanah yang ia beli bersama suami warga negara USA, dengan status hak pakai di Banjar Tegal Besar, Desa Negari Kecamatan Banjarangkan Klungkung Bali, dengan no sertifikat 2.06.03.07.4.00031, sekitar tahun 2014.

Dan diterangkan Vita, berdasarkan sertifikat yang dipegang dan fakta saat membeli tanah, mereka memiliki jalan selebar 1 meter sampai arah pantai dengan panjang kurang lebih 56 meter.

“Khusus untuk jalan selebar 1 meter dan panjang 56 meter, masuk dalam sertifikat kok,” ujarnya sembari menunjukkan denah lokasi dalam sertifikat.

Lantas, pada tahun 2016, Anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo yang resmi menjabat sebagai Ketua DPR RI, Senin (15/1/2018) itu dikabarkan membeli tanah di samping dan bagian belakang tanah milik korban.

“Seperti yang terlihat di denah ini, tanah yang di belinya bentuk huruf L. Dia tahu kok akses menuju ke pantai itu milik saya namun di pagar menjadi miliknya,” tutur wanita yang pernah menjadi penerjemah bahasa Jepang untuk penyidik Kepolisian Polresta Denpasar ini.

Kemudian lanjutnya lagi, diantara kepemilikan tanah Bambang Soesatyo tersebut terdapat jalan miliknya, yang kemudian menurut Vita haknya dirampas untuk menyambung bidang tanahnya yang dibatasi oleh lahannya.

“Saya sudah berupaya secara kekeluargaan. Bulan Juli 2016 lalu saya bertemu Bapak Bambang Soesatyo, di villa miliknya yang terletak bersampingan dengan rumah ku. Saat itu Bapak Bambang didampingi oleh orang kepercayaan bernama Ayong dan hasil dari pertemuan itu Bambang Soesatyo akan membeli tanah saya seharga 2 miliar rupiah, mereka cuma mau membeli tanahnya saja tanpa rumah yang sedang di bangun sehingga saya keberatan,” bebernya.

Wanita berambut panjang (korban, red) sempat bertanya terkait lahannya yang sudah diambil atau ditemboki setinggi kurang lebih dua meter tanpa koordinasi atau tanpa sepengetahuan korban itu, justru Bambang Soesatyo sempat mengatakan bahwa dia bersedia menukar akses jalan ke pantai yang sudah dirampas dengan jalan lain.

Menurut Vita akses itu justru lebih jauh dan memutar sehingga korban keberatan. “Dalam obrolan itu beliau mengaku bahwa akses itu milik saya. Artinya beliau sadar bahwa dia merampas hak saya atau menyerobot tanah yang menjadi hak milik saya dan suami saya,” cetusnya.

Sekitar akhir tahun 2017, oknum anggota polisi yang mengaku bernama Untung Laksono dan beberapa warga datang dan memberi informasi bahwa Bambang Soesatyo akan membeli akses jalan ke pantai yang selama ini menjadi problem namun korban dan suaminya tidak mau. “Ini artinya beliau dengan sadar telah melakukan perampasan dan penyerobotan tanah milik kami,” timpal wanita ini.

Bambang Lantaran membuat perasaan tidak nyaman dan selalu dihina, bertempat di depan rumah korban sehingga terpaksa dilaporkan. Dalam laporan bernomor LPB/98/XII/2017/Res Klk/Tanggal 18 November 2017. Terlapor adalah I Made Jaya dan Ni Wayan Rusni. Mereka ini penjaga lahannya pak Bambang.

Lantaran belum ada pengembangan dari Polres Klungkung dan mereka terus di ancam, korban lalu membuat laporan baru dengan tuduhan pengancaman.

Ia melapor ke Polda Bali namun laporan itu bersifat Pengaduan Masyarakat (Dumas), Jumat Tanggal 4 Mei 2018 pukul 12.00.
“Dumas ini saya adukan orang bernam I Kadek Suwarta, penjaga lahan milik pak Bambang. Ancaman orang ini mau membom rumah kami,” sebutnya sembari mengaku bahwa ada rekaman CCTV juga.

Lanjutnya video-video rekaman CCTV ini sudah diserahkan ke Bareskrim Mabes Polri, bersama sejumlah tembusan, diantaranya Inspektorat Mabes Polri, Kabaintelkam Mabes Polri, Kadivproman Mabes Polri, Kapolri, dan Kompolnas, juga ke Dewan Kehormatan RI. Semunya diserahkan pada bulan Mei itu. Sekaligus meminta perlindungan hukum,” bebernya.

Selain peminta perlindungan hukum ke Institusi Polri, korban bersurat ke Ombudmas Repoblik Indonesia. “Kita sudah melakukan upaya secara kekeluarggaan. Namun bukannya di gubris malah kita diteror sampai saat ini. Pihak Polda Bali sudah nekoordinasi dengan saya, dalam waktu dekat akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” tutupnya.

Editor Rikmal Hadi
laporan danil

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here