Dewi Tanjung : Amien Rais Dikriminalisasi Oleh Mulutnya Sendiri, PAN Jangan Intervensi Hukum

Aktifis dan politisi PDI Perjuangan Dewi Ambarwati Tanjung
Aktifis dan politisi PDI Perjuangan Dewi Ambarwati Tanjung saat membuat laporan ke Polda Metro Jaya (Foto detik.com)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Aktifis dan politisi PDI Perjuangan Dewi Ambarwati Tanjung mengkritik politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Drajat Wibowo yang dinilainya menghambat laporannya ke polisi terkait ucapan Amien Rais soal People Power.

“Itu bentuk kepanikan PAN atas laporan saya kepada Ketua Dewan Kehormatannya Bapak Amien Rais” kata Dewi kepada bukamata.co Rabu malam (15/5/2019).

Menurut Dewi hukum mana bisa di intervensi oleh siapapun, apalagi masalah dugaan Makar dengan dalih “People Power”.

Loading...

“Itu merupakan ancaman kejahatan terhadap keamanan negara” ujarnya.

Amien Rais diterangkan oleh Dewi, termasuk yang menyerukan gerakan People Power saat dia berorasi di depan Gedung KPU.

“Dalam beberapa kesempatan Amien Rais menyerukan akan melakukan gerakan People power” terangnya.

Baca Juga : Dinilai Pencetus Dugaan Aksi Makar, Amien Rais dan 2 Lainnya Dilaporkan ke Polisi

Diterangkan Dewi, permintaan Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo untuk mengabaikan laporannya itu adalah permintaan yang tidak berdasarkan hukum. Dan kata dia lagi, dapat diduga bertujuan untuk menghambat proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kalau PAN yakin Amien Rais tidak bersalah, harusnya mereka berani menghadapi laporan saya ini dan menghadapi proses hukum yang berlaku di negara ini” tegas dia.

Kemudian tegasnya lagi bukan justru melarang dan meminta pihak kepolisian untuk mengabaikan laporannya.

“Sebagai warganegara saya punya hak dan dilindungi UU untuk melaporkan siapapun yang diduga melakukan pelanggaran Hukum” kata Dewi.

Menurut Dewi, Amien Rais, berani berteriak People Power harusnya berani menghadapi proses hukum. Karena ditegaskan Dewi negara Indonesia adalah hukum.

“Amien Rais tidak dikriminalisasi oleh siapapun atau Pemerintah. Tapi Amien Rais dikriminalisasi oleh mulutnya sendiri. Ibarat sebuah pepatah “Mulut mu Harimau mau yang akan Menerkam Mu” pungkas Dewi.

Sebelumnya sebagaimana dilansir oleh detik.com, Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengatakan sebenarnya enggan menanggapi perihal pelaporan itu. Menurutnya, Dewi Tanjung tak mengerti makna demos dan kratos sebagai asal kata demokrasi.

“Tidak ada gunanya menanggapi laporan tersebut. Ada baiknya pelapor membaca lagi apa arti istilah demos dan kratos. Yang lebih penting lagi, baca UUD NRI Tahun 1945 pasal 1 ayat 2,” ucap Dradjad saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/5/2019) dikutip dari detik.com.

Dia meyakini polisi patuh pada konstitusi. Karena itu, dia meminta polisi mengabaikan laporan Dewi Tanjung.

“Saya percaya Polri taat konstitusi. Jadi laporan seperti itu seharusnya diabaikan oleh Polri,” sebut Dradjad.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...

1 KOMENTAR

  1. NKRI adalah Negara Hukum , Jadi Siapapun yang Melanggar Aturan Hukum Harus Di Proses Hukum…. Apalagi yang Menyuarakan Penggalangan Massa untuk Mengepung KPU, BaWasLu bahkan Istana dan Senayan….

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here