Ditipu Petugas, Penumpang akan Gugat Lion Air

konter tiket Lion Air

BUKAMATA.CO,PEKANBARU-Anton Lee,SH, Taufik, SH,MH, dan DHL, SH selaku Kuasa Hukum dari Suparmin dan Ida Paripurnawan, mengungkapkan akan mengajujan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap salah satu perusahaan penerbangan , Maskapai Lion Air.

Hal ini bermula ketika klien mereka membeli tiket penerbangan Lion Air dengan Rute Pekanbaru Lampung Via Batam dengan kode penerbangan JT 236 dan JT 173 tanggal 22 januari 2018 yang lalu.

Ketika klien mereka sampai di Bandara Sultan Syarif Qasim sekitar pukul 10.00 WIB, mereka kemudian melakukan chek in di konter 11 dan mendapatkan boarding pass Pku-lmpg via batam dan pada saat itu ada info delay.

Loading...

“Pada pukul 12.15 klien kami dipanggil untuk melapor ke counter chek in 11 dan diarahkan ke counter 15, pada saat di counter 15 tersebut petugas counter Lion Air, seorang laki-laki menyampaikan bahwa pesawat delay sampai jam 16.00 dan di Batam pesawat akan menginap, baru besok paginya terbang ke Lampung, sebaiknya bapak ganti pesawat via jakarta, karena pesawatnya sebentar lagi berangkat,” demikian petugas itu mengarahkan.

Ditambahkan Anton Lee, berangkat dari informasi inilah, klien mereka kemudian mengganti pesawat dengan rute via jakarta dengan jam pemerbangan 10 jam dgn satu kali trasit.

“Pada Pukul 13.05 klien kami sudah berada diruang tunggu, dan pada saat itulah menyadari bahwa klien kami telah menjadi korban penipuan petugas Lion Air, karena pada saat panggilan pesawat tujuan jakarta, pada saat itu pula dilakukan panggilan penumpang tujuan Batam dengan JT 236 Yang awalnya merupakan penerbangan klien kami. Akibat peristiwa ini klien kami telah DITIPU petugas Lion Air, dan rugi waktu penerbangn 7 jam lebih,” paparnya.

Berangkat dari inilah, mereka kemudian melayangkan somasi kepada Lion Air. ” Dan ini sudah dua kali kita somasi, ika yg kedua tidak ada tanggapan maka kqmi akan lqkukan upaya hukum. Selain itu klien kami juga telah mengadukan hal ini ke Ombudsman RI, DPR RI, Dirjen Perhubungan Udara, Angkasa Pura, Badan Perlindungan Konsumen, dan Pengaduan ke pihak kepolisian,” ujar Dedi Harianto Lubis SH.

Dalam aturan ini, diungkapkan Dedi, mereka akan memakai Undang-undang pelayanan publik, Perlindungan Konsumen, KUHP, Undang-undang perhubungan dan kita akan kaji lagi aturan yang ditabrak Lion Air. “Maskapai perusahaan ini harus bertanggung-jawab, enak saja mereka melanggar aturan-aturan yang merugikan konsumen,” sebut mereka.(rls)

Editor Ridho

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here