Donatur Aksi 22 Mei Sudah Diketahui, IPW Minta Polri Gerak Cepat

BUKAMATA.CO – Neta S. Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) dalam siaran pers yang diterima bukamata.co, Kamis (30/5/2019), mengungkapkan bahwa Polri sudah mengetahui identitas donatur yang membiayai aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei lalu
di Jakarta sekaligus otak dibalik rencana pembunuhan terhadap pejabat negara.

Donatur tersebut, kata IPW, diduga merupakan tokoh sebuah partai keagamaan berinisial HM. Tidak hanya itu, ada sedikitnya 3 (tiga) orang lainnya yang diduga sebagai penyuntik dana kerusuhan 21 dan 22 Mei tersebut.

“Dari ketiga orang ini, polisi sepertinya sudah mendapatkan dua alat bukti tentang keterlibatan pengusaha dan tokoh partai HM,” sebut Neta.

Loading...

Untuk itu, lanjutnya, Polri perlu bekerja cepat memeriksa dan mengamankan HM agar para penyandang dana lainnya bisa terungkap dan tidak sempat melarikan diri.

Tak tanggung-tanggung, kronologi dari temuan IPW tersebut diketahui HM memberikan dana sebesar Rp150 juta kepada Brigjen K. Dana ini lalu diberikan Brigjen K kepada HK. Setelah mendapat dana Rp150 juta, HK mendapat perintah untuk membunuh sejumlah pejabat pemerintah di saat kerusuhan 22 Mei meledak di Jakarta.

“Selain itu, TJ juga mendapat dana Rp55 juta yang dananya dari HM, dengan tugas membunuh sejumlah pejabat dan tokoh pelaksana quick count. Keduanya adalah disertir TNI yang sudah beberapa kali terlibat kejahatan di ibukota Jakarta,” tutur Neta.

Dari data yang diperoleh, lanjut Neta, para donatur itu diduga mendatangkan massa perusuh dari Surabaya dengan menggunakan pesawat dan memberikan penginapan di sejumlah hotel di jalan Wahid Hasyim. Sebagian pelaku kerusuhan dari Surabaya ini berhasil ditangkap aparat Polda Metro Jaya. Selain itu massa perusuh juga mereka
datangkan dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitar Tanah Abang.

“Polri sepertinya perlu memeriksa sejumlah saksi, terutama para tokoh yang sempat hadir dalam aksi demo di depan Bawaslu, seperti putri mantan Presiden Soeharto, Titiek Soeharto,” kata Neta.

Di dalam siaran persnya itu, IPW terus mengimbau Polri untuk bekerja cepat membongkar jaringan perusuh 22 Mei ini agar gerakan mereka tidak memiliki peluang lagi dalam melakukan kerusuhan baru pasca pengumuman hasil sidang di Mahkamah Konstitusi maupun saat pelantikan presiden hasil Pilpres 2019.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here