Dua Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap Karena Illegal Fishing, Ketua DPR RI: Hukum Biar Jera

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Kapal negara asing kembali melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah Indonesia. Kali ini dua kapal berbendera Malaysia ditangkap Kapal Pengawas Perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) Selat Malaka, Minggu (7/4/2019).

Dua kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen perizinan serta menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang di Indonesia (trawl).

Menanggapi kasus ini, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Direktorat Jenderal PSDKP, TNI AL dan Polair untuk mengusut tuntas kasus illegal fishing tersebut.

Loading...

“Tindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan hukum yang berlaku, guna memberikan efek jera,” kata Bambang dalam keterangan yang diterima bukamata.co, hari ini, Senin (8/4/2019).

Bambang juga menegaskan kepada KKP dan Polair agar menerapkan ketentuan pidana kepada Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan illegal fishing sesuai dengan prinsip teritorialitas. Prinsip tersebut ditegaskan dalam Pasal 2 KUHP.

“Selain patroli air, lakukan juga patroli udara,” katanya.

Pencurian ikan di wilayah Indonesia bukan kali ini saja terjadi, terhitung sejak Januari hingga 7 April 2019, terdapat 27 kapal ilegal ditangkap saat melakukan upaya pengerukan sumber daya ikan secara ilegal.

Editor Rinai BK

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here