Gubernur Jambi, Zumi Zola Diminta Kooperatif Soal Kasus Hukumnya

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Zumi Zola diminta untuk kooperatif terhadap penegak hukum soal kasus dugaan korupsi yang melilitnya. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, bahkan ia sudah sering mengingatkan para kepala daerah yang sedang terlilit kasus hukum, misalnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kooperatif.
Tersangka Korupsi Gubernur Jambi Zumi Zola zaat mendatangi KPK

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Tersangka dugaan korupsi, Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola diminta untuk kooperatif terhadap penegak hukum soal kasus dugaan korupsi yang melilitnya. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, bahkan ia sudah sering mengingatkan para kepala daerah yang sedang terlilit kasus hukum, misalnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kooperatif.

“Saya sudah mengingatkan, bahwa harus kooperatif. Setiap dipanggil oleh KPK harus dateng kecuali dia sakit, harus ada bukti surat dokter. Saya kira ini panggilan yang ketiga,” kata Tjahjo menanggapi mangkirnya Gubernur Jambi Zumi Zola terhadap panggilan pemeriksaan yang dilayangkan KPK di Jakarta, Selasa (3/4) dilansir dari setkab.go.id.

Baca Juga Pemberhentian Zumi Zola, Kemendagri Tunggu Hasil Penyidikan KPK

Loading...

Bahkan Tjahjo dituliskan oleh setkab.go.id sangat menyayangkan sikap Zumi Zola yang mangkir dari pemeriksaan KPK. Padahal, komisi anti rasuah sudah memanggil tiga kali. Meski Zumi Zola sendiri mengklaim panggilan pemeriksaan belum sampai yang ketiga kalinya. Intinya, ia minta siapa pun yang sedang menjalani proses hukum, untuk koperatif dengan penegak hukum. Baca Ini Perkembangan Terakhir Kasus Penerima Suap RAPBD Jambi, Zumi Zola Belum Ditahan

“Saya pribadi menyayangkan kok sampe tiga kali panggil walaupun alasan dia tidak 3 surat pemanggulan tapi KPK punya bukti siapa yang menerima, tanggal berapa, jam berapa ada. Saya kira semua kepala daerah, DPRD, kooperatiflah dengan KPK. Kalau tidak nati bisa dianggap menghambat penyidikan. Yang resikonya ada,” kata Tjahjo.

Editor Rikmal Hadi
Sumber :Puspen Kemendagri

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here