Ini Jawaban Paslon Ganjar-Yasin Soal Puisi Gus Mus, Pelapor Justru Berbalik Kena Pidana

BUKAMATA.CO, SEMARANG - HM. Zaki Sierrad, Perwakilan Kuasa Hukum Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menyatakan bahwa kelakuan Rahmat Himran Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dapat dipidana.
Ganjar Pranowo Calon Gubernur Jateng

BUKAMATA.CO, SEMARANG – HM. Zaki Sierrad, Perwakilan Kuasa Hukum Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menyatakan bahwa kelakuan Rahmat Himran Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dapat dipidana.

Pasalnya yang dilakukan oleh Rahmat Himran diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hal ini disampaikan HM. Zaki Sierrad, Dr. Johan Erwin Isharyanto, SH, MH
Heri Joko Setyo, SH., SE, MM, MH, selaku tim Kuasa Hukum Ganjar-Yasin merespon
penyebaran dan aksi pemviralan tentang undangan liputan yang dikeluarkan oleh Rahmat Himran.

Loading...

Dimana dijelaskan Zaki, dalam undangan liputan tersebut materinya bermaksud melaporkan Ganjar Pranowo ke Bareskrim Mabes Polri, terkait pembacaan puisi yang dilakukan dalam acara dialog kandidat Jawa Tengah di sebuah stasiun televisi dalam Program Rosi.

“Pelapor (Ketua Umum FUIB) menyebutkan bahwa Puisi tersebut sangat menyinggung UMAT ISLAM dimana terdapat kalimat yang mengandung unsur SARA dan Penistaan Agama diantaranya “Kau ini bagaimana Kau Bilang Tuhan Sangat Dekat” “Kau Sendiri yang memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat”” urai Zaki kepada bukamata.co Senin malam (9/10/2018).

Dan kata Zaki, terkait hal tersebut dijelaskan bahwa Bahwa puisi tersebut selengkapnya berjudul “KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA” adalah karya cipta dari Kyai Mustofa Bisri, yang diciptakan 1987. Intelectual Property Right (Hak Kekayaan Intelektual) atas karya puisi tersebut ada pada Gus Mus yang mencipta puisi tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta .

“Makna tersirat dan tersurat secara sepenuhnya yang dapat memahami adalah sang pencipta puisi tersebut dan bukan siapapun juga, termasuk juga Pelapor (Ketua Umum FUIB)” terang Zaki.

Kemudian lanjut Zaki, Ganjar Pranowo, yang membaca puisi tersebut, diawal sudah menyebutkan bahwa Puisi itu judulnya “KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA” adalah karya dari Kyai Mustofa Bisri, utuh tanpa ada perubahan satu kata pun.

“Berdasarkan dua hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian makna secara sepihak oleh Pelapor (Ketua Umum FUIB) yang secara kasar menyatakan bahwa “bahwa Puisi tersebut sangat menyinggung UMAT ISLAM dimana terdapat kalimat yang mengandung unsur SARA dan Penistaan Agama adalah tidak dapat dibenarkan secara hukum” tegas Zaki.

“Pernyataan pelapor itulah yang sesungguhnya merupakan suatu berita atau informasi yang bohong dan ujaran kebencian atau kebencian dan ajakan yang mengandung unsur SARA yang dapat menimbulkan permusuhan” tegasnya lagi.

Perbuatan pelapor dipaparkan oleh Zaki, dapat dikategorikan diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tukas Zaki.

Tim Hukum Ganjar Yasin kata Zaki meminta agar pelapor diperiksa da ditindaklanjuti oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Reporter Aryboma
Editor Rikmal Hadi

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here