Ini PNS Kemendagri Yang Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi Gedung IPDN

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Dua orang Pegawai Negeri Sipil dan Kementerian Dalam Negeri diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Provinsi Sumbar di Kabupaten Agam pada Kemendagri Tahun Anggaran 2011.
Tersangka kasus korupsi IPDN Agam Dudy Jucom (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). KPK menahan Dudy Jucom setelah diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bangunan dan konstruksi kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp34 miliar dari total nilai proyek Rp125 miliar. ( sumber Photo ANTARA )

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Dua orang Pegawai Negeri Sipil dan Kementerian Dalam Negeri diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Provinsi Sumbar di Kabupaten Agam pada Kemendagri Tahun Anggaran 2011.

“Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa dua PNS pada Kementerian Dalam Negeri sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom dalam kasus pembangunan kampus IPDN di Kabupaten Agam,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/6/2018) dikutip dari ANTARA.

Dua PNS yang dipanggil itu masing-masing Mohammad Noval dan Arya Mega Natalady Sumbayak.

Loading...

Dalam penyidikan kasus itu, KPK pun telah memeriksa mantan Mendagri Gamawan Fauzi juga sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom pada Kamis (3/5).

KPK mendalami peran Gamawan terkait persetujuan pemenang lelang pembangunan gedung kampus IPDN di Kabupaten Agam tersebut.

“Penyidik mendalami peran dan pengetahuan saksi dalam persetujuan pemenang lelang untuk pengadaan proyek di atas nilai Rp100 miliar yang harus ditandatangani oleh Pengguna Anggaran,” kata Febri. (Baca Juga Mantan Mendagri SBY, Gamawan Fauzi Diperiksa KPK, Berikut Keterangannya)

Untuk diketahui, tersangka Dudy baru ditahan KPK pada 22 Februari 2018 lalu setelah ditetapkan tersangka bersama dengan Budi Rachmat Kurniawan pada 2 Maret 2016.

Dudy saat itu adalah pejabat pembuat komitmen di Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tahun 2011 dan Budi Rachmat Kurniawan menjabat sebagai General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya (Persero).

Keduanya diduga melakukan perbuatan melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain sehingga negara mengalami kerugian Rp34 miliar dari total nilai proyek Rp125 miliar.

Pada 2011 saat Gamawan Fauzi yang juga dari Sumatera Barat menjabat Menteri Dalam Negeri terdapat sejumlah proyek pembangunan kampus IPDN yaitu di Agam, Sumatera Barat; di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara; Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat dan beberapa tempat lain.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here