IPW Menduga Ada Indikasi Pengkhianatan di Tubuh Polri

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menantang kegigihan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk lebih agresif dan cepat mengusut siapa di belakang Indonesia Leaks dan apa motivasinya membuka kasus Buku Merah yang sudah tuntas ditangani KPK hingga menimbulkan kegaduhan.
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (FOTO INTERNET)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Presiden Jokowi diminta agar mendorong Polri membersihkan indikasi pengkhianatan di tubuh korps Kepolisian dan jenderal yang terlibat harus segera dicopot dari jabatannya. Dan Polri harus mewaspadai indikasi pengkhianatan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) kepada bukamata.co, Selasa pagi (16/10/2018), pasca munculnya isu dilempar oleh jaringan media Indonesia Leaks ke publik melalui media sosial.

“Indikasi pengkhianatan di korps kepolisian itu tidak sekadar hendak mendongkel kepemimpinan Tito Karnavian tapi juga bisa merontokkan citra Jokowi sebagai presiden hingga menderita kekalahan di Pilpres 2019” kata Neta.

Loading...

Menurut Neta, indikasi pengkhianatan itu, sejak sebulan terakhir telah memecah Polri dan membuat elit Polri tidak solid.

Kondisi ini katanya lagi, sangat ironis, terutama menjelang tahun politik dimana Polri harus solid dalam menjaga keamanan.
“Jika terjadi indikasi pengkhianatan di tubuh Polri dan kepolisian tidak solid tentunya hal ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan Indonesia, terutama menjelang maupun saat Pilpres 2019” terangnya.

Untuk itu kembali ditegaskan Neta, Presiden Jokowi perlu turun tangan mendorong Polri segera membersihkan indikasi pengkhianatan tersebut dan mencopot jenderal yang terindikasi sebagai pengkhianat di tubuh Polri dari jabatannya.

Karena menurut Neta lagi, indikasi pengkhianatan itu berkaitan dengan maraknya kasus Buku Merah yang menimbulkan pro kontra di masyarakat.

“Sebab itu kasus ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut hingga menjadi ancaman keamanan di tahun politik dan mengganggu Pilpres 2019” ujarnya.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here