IPW Minta DPR RI Tolak Uji Kepatutan Idham Azis Jadi Kapolri

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menantang kegigihan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk lebih agresif dan cepat mengusut siapa di belakang Indonesia Leaks dan apa motivasinya membuka kasus Buku Merah yang sudah tuntas ditangani KPK hingga menimbulkan kegaduhan.
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (FOTO INTERNET)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) menyatakan bawah Komjen Idham Azis tak memenuhi syarat sebagai Kapolri. Surat pengajuan dari Kompolnas dan Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) didesak untuk ditolak.

Dimana kata Neta, hal itu berdasarkan nama Idham Azis yang masuk dalam bursa calon Kapolri berdasarkan surat Kompolnas dikirim ke presiden pada Senin malam (21/10/2019).

“Ada 5 nama calon yang direkomendasikan Kompolnas ke presiden. Kemudian presiden memilih nama Idham Azis dan meneruskan surat itu ke DPR untuk dilakukan uji kepatutan di komisi III” ungkap dia kepada bukamata.co Rabu 23 Oktober 2019.

Loading...

Tapi lanjut Neta, surat Kompolnas maupun surat Presiden ke DPR itu cacat administrasi. “Sebab sesuai ketentuan Kompolnas, masa dinas calon Kapolri itu minimal 2 tahun. Sementara masa dinas Idham Azis hanya 1 tahun lebih” paparnya.

“Untuk itu IPW mendesak Komisi III DPR harus menolak uji kepatutan untuk calon Kapolri Idham Azis dan mengembalikan surat presiden tersebut agar calon Kapolri yang ditetapkan Presiden sesuai ketentuan” tegas lnya.

Karena jika tidak tegas dia lagi, pencalonan Kapolri kali ini akan menjadi preseden dalam korps Bhayangkara tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengirim nama calon Kapolri pengganti Jenderal Tito Karnavian ke Dewan Perwakilan Rakyat. Pucuk pimpinan Polri nantinya akan dipegang Komjen Idham Azis.

“Pengganti Kapolri kami ajukan hari ini ke DPR, Pak Idham Azis, Kabareskrim,” kata Jokowi saat jumpa pers di Istana Negara, Rabu (23/10).

Dimana, Tito pensiun lebih awal karena diplot menjadi Menteri Dalam Negeri.

Reporter Wilson
Editor Rikmal Hadi

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here