Jaksa Agung Pilihan Jokowi Diharapkan Harus Seret Novel Baswedan ke Pengadilan

Novel Baswedan, penyidik KPK
Novel Baswedan, penyidik KPK (Foto Okezone.com

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch mengharapkan agar Jaksa Agung pilihan Presiden Ir Joko Widodo (Jokowi) nanti harus mampu membawa kasus penembakan yang diduga melibatkan penyidik KPK Novel Baswedan ke pengadilan. Pasalnya kasus penembakan tersebut sudah dinyatakan P21 namun tak kunjung dilimpahkan ke meja hijau.

Prasetyo selaku Jaksa Agung saat ini menurut IPW “pasang badan” dalam kasus penembakan diduga melibatkan Novel Baswdedan tersebut.

Hal itu disampaikan Neta untuk merespon pernyataan Presiden Jokowi bahwa Jaksa Agung pengganti Prasetyo bukanlah dari kalangan partai politik, menurut dia hal itu sesuatu yang patut dicermati.

Loading...

“Sebab beredar isu kuat bahwa Jokowi akan mengangkat Jaksa Agung perempuan, yakni Yenti Ganarsih. Jika hal itu benar terjadi tentu akan menjadi sejarah baru dimana korps kejaksaan dipimpin seorang perempuan” kata dia dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co Kamis (15/8/2019).

Dikatakan Neta, Ind Police Watch (IPW) hanya mengingatkan, siapa pun yang menjadi Jaksa Agung tentunya harus bisa bekerjasama dengan jajaran kepolisian, sehingga penegakan supremasi hukum bisa bersinerji dan berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat.

“Selama ini hubungan Polri dan Kejaksaan agak terganggu. Soalnya perkara penembakan yang diduga melibatkan penyidik KPK Novel Baswedan yang sudah dituntaskan kepolisian di Bengkulu, meski sudah P21 tapi tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan oleh kejaksaan. Jaksa Agung sepertinya “pasang badan” untuk Novel” ungkap Novel.

Padahal, lanjut Novel, sikap itu sangat mencederai rasa keadilan keluarga korban.

“Untuk itu Jaksa Agung yang baru, selain harus bisa bersinerji dengan jajaran kepolisian, harus pula bisa menuntaskan kasus penembakan yang diduga dilakukan Novel Baswedan ke pengadilan. Tanpa itu, Jaksa Agung bisa dituding takut terhadap Novel Baswedan, dan mempermainkan hukum serta tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum” papar dia.

Menurut Neta, figur Yenti Ganarsih yang disebut sebut sebagai calon Jaksa Agung bukanlah orang baru di lingkungan Jokowi. Di era pertama pemerintahan Jokowi menurut dia lagi, Yenti diangkat sebagai anggota Pansel KPK dan Pansel Kompolnas serta sering diminta masukannya soal pemberantasan pencucian uang.

“Selain itu, saat ini pakar anti pencucian uang Universitas Trisakti itu diangkat Jokowi sebagai Ketua Pansel KPK. Jika Yenti diangkat menjadi Jaksa Agung upaya pemberantasan korupsi diharapkan bisa terkonsolidasi dengan tiga kekuatan, kejaksaan, kepolisian, dan KPK dimana Yenti saat ini menjadi panselnya” tukas dia.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Sarinah Bakri

Loading...
BAGIKAN

3 KOMENTAR

  1. Ada apa dg Neta S Pane? Terus masalah penyiraman mata Novel B g disinggung nih. Knp kasus dugaan penembakan pencuri oleh Novel baru diungkap stlh Novel di KPK bukan saat msh di Institusi awalnya?

  2. Setahu saya, personil dari institusi yg ditempatkan di KPK adalah yg terbaik, baik dari segi kompetensi, perilaku dan kinerja selalu mengutamakan kepentingan tgs Negara.
    Jadi tindakan Novel B sewkt polisi adalah sdh sesuai sop pd saat itu. Wkt itu boleh saja pelanggar hukum melawan atau melarikan diri, shg petugas melakukan penembakan. Tdk logis petugas menembak tanpa perlawanan.
    Malahan skrg kapolri sdh menegaskan jika ada pelanggar hukum melawan polisi mk tdk salah ditembak.
    Jadi dewasa lah kita menilai kinerja petugas di lapangan, tdk semudah teori yg diajarkan di sekolah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here