Lari Dari Kenyataan, Caleg DPRD Gerindra Jadi DPO Polisi

Caleg Gerindra
Ilustrasi

BUKAMATA.CO, TANJUNGPINANG – AM, Caleg dari partai besutan Prabowo Subianto yakni Gerindra masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian Tanungpinang karena diduga menghindari kasus politik uang pada Pemilu 17 April kemarin. Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Pengadilan Negeri setempat.

“Kami masih cari terdakwa,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendry Ali, di Tanjungpinang, Kamis (206/2019) dilansir dari Antara News.

Ditambahkan Efendry pihaknya telah mencari AM hingga ke Pekanbaru dan Medan, namun belum ditemukan. Pelacakan terhadap terdakwa melalui ponsel yang pernah digunakan terdakwa.

Loading...

“Kami sudah cari di mana-mana tetapi belum ditemukan,” ujarnya.

Dimana pada sehari sebelumnya, Pengadilan Negeri Tanjungpinang dalam putusan selanya melanjutkan perkara politik uang dengan terdakwa MA, caleg DPRD dari Partai Gerindra

Informasi yang dihimpun, Majelis hakim juga telah memeriksa 10 saksi yang berhubungan dengan kasus itu. Saksi penerima uang pada masa tenang pemilu tidak berhubungan langsung dengan MA, melainkan dengan Yu dan AM.

Dimana, Majelis hakim dalam putusan selanya juga memutuskan perkara yang menetapkan Yu dan AM sebagai terdakwa dihentikan. Hal itu disebabkan Yu dan AM tidak pernah hadir saat diperiksa Bawaslu Tanjungpinang, kepolisian hingga di tingkat kejaksaaan.

“MA dan Yu tidak pernah hadir saat diperiksa. Kami memiliki kewenangan hanya dua kali memanggil mereka untuk diperiksa,” kata Komisioner Bawaslu Tanjungpinang Maryamah.

Untuk diketahui, MA melalui Hendy Devitra dan Sabri, kuasa hukumnya, menolak seluruh dakwaan jaksa penuntut umum. Menurutnya, dakwaan tersebut kabur dan tidak jelas alur peristiwanya.

“Kami mohon majelis hakim menolak seluruh dakwaan jaksa, dan menghentikan perkara ini karena dakwaannya kabur, tidak jelas,” kata Hendy.

Editor Rikmal Hadi
sumber Antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here