Marak Penipuan Pesan Polri, Masyarakat Jangan Tergiur Biaya Umrah Murah

Annisa pelaku penipuan travel umrah First Travel

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Semakin maraknya kasus penipuan yang dilakukan oleh agen perjalanan mengatasnamakan Umrah, membuat pihak kepolisian menyarankan agar masyarakat untuk tidak tergiur dengan perjalanan umrah berbiaya murah.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengimbau masyarakat agar tidak terbuai dengan tawaran biaya umrah murah.

“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat bila ada tawaran yang kira-kira tidak masuk akal, jangan diikuti,” kata Irjen Setyo di Jakarta, Sabtu (3/2/2018)

Loading...

Pasalnya ongkos umrah itu tidak mungkin bisa murah karena dari segi akomodasi seperti tiket pesawat dan biaya hidup selama beribadah umrah terbilang mahal.

“Jadi kalau ditawari dengan harga murah, harusnya kita skeptis, nanti pas di sana (Mekkah) mungkin fasilitasnya tidak sesuai janji, nanti akan ada masalah,” katanya.

Setelah kasus penipuan dan pencucian uang dana umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel), terungkap lagi kasus serupa yang melibatkan biro perjalanan umrah yakni PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di Jawa Barat.

“Kasus SBL ditangani Polda Jabar, masih didalami,” katanya.

Dalam kasus SBL, polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus penipuan dan pencucian uang yang merugikan para jamaah haji dan umrah hingga Rp300 miliar.

Sistem perjalanan umrah dan haji yang diterapkan PT SBL adalah dengan sistem money game. Untuk perjalanan umrah dan haji plus, travel ini mengenakan biaya Rp18 juta hingga Rp23 juta.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here