Menteri Yohana Minta AKBP M Yusuf Diproses Hukum

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Kasus kekerasan yang melibatkan oknum perwira menengah Polri terhadap seorang ibu di Pangkal Pinang mendapat kecaman banyak pihak. Termasuk oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise.

Dalam keterangan tertulis yang diterima bukamata.co Jumat (13/7/2018), Menteri asal Papua itu berpendapat bahwa tindak kekerasan bukanlah jalan keluar dari sebuah masalah. Bahkan dirinya meminta agar pelaku AKBP M Yusuf untuk diproses hukum.

“Pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus di hukum. Pencurian itu memang salah namun penyelesaian tindak kriminal tidak boleh dilakukan dengan main hakim sendiri,”tegasnya.

Loading...

“apalagi ada keterlibatan anak dalam kasus tersebut yang menjadi korban dari ajakan orang tuanya,”sambung Menteri Yohana.

Ia menjabarkan, berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terdapat tiga macam pasal penganiayaan yang dapat menjerat pelaku penganiayaan antara lain.

Pertama adalah penganiayaan biasa (pasal 351 KUHP). Selanjutnya ada penganiayaan ringan (pasal 352 KUHP) dan terakhir ada penganiayaan berat (pasal 354 KUHP).

Adapun sanksi dari ketiga bentuk penganiayaan itu akan di tentukan berdasarkan hasil visum.”sedangkan sanksi pidana penjara untuk pelaku pencurian yang paling lama 5 (lima) tahun sesuai yang tercantum dalam pasal 362 KUHP,”imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi tindakan Kepolisian yang telah mencopot jabatan dari AKBP M Yusuf dalam rangka pemeriksaan.

Menurutnya, aparat penegak hukum dalam hal Ini Kepolisian Republik Indonesia, selama ini bergandengan tangan menjadi mitra dalam melindungi perempuan dan anak di Indonesia. Sesuai dengan salah satu tugas fungsi POLRI adalah pelindung dan pengayoman masyarakat.

Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan kasus tersebut menjadi perhatian bersama. Karena masih ada saja oknum-oknum yang belum mempunyai kesadaran bahwa kekerasan bukanlah penyelesaian dari tindak kriminal.

“Saya berharap pelaku kekerasan tersebut segera diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga dengan Ibu pelaku pencurian yang telah melibatkan anaknya dalam perbuatan kriminal,” tutup Menteri Yohana.***

Laporan : Bambang S
Editor : Adri Akbar

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here