Provinsi Riau Jalur Narkoba, Polda Ekpose Penangkapan 41 Kg Sabu & 44 Ribu Butir Ekstasi

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Provinsi Riau yang terkenal dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak bumi, dan perkebunan sawitnya yang luas, juga menjadi jalur masuknya peredaran Narkoba jenis sabu-sabu dan pil ektasi dari luar negeri.
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang didampingi Wakpolda dan pejabat utama saat melakukan konferensi pers penangkapan Narkoba di Mapolda Riau Kamis 24 Mei 2018

BUKAMATA.CO, PEKANBARU – Provinsi Riau yang terkenal dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak bumi, dan perkebunan sawitnya yang luas, juga menjadi jalur masuknya peredaran Narkoba jenis sabu-sabu dan pil ektasi dari luar negeri.

Dalam rentan satu bulan, jajaran di Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan penangkapan kurir Narkoba dalam jumlah cukup besar selama tiga kali.

Dimana sebelumnya Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru berhasil menangkap kurir Narkoba jenis sabu-sabu seberat 8 kilogram pada Selasa (15/5/2018).

Loading...

Kurir yang berhasil diamankan laki-laki warga Kota Dumai berinisial HE. Ia dengan 8 paket sabu-sabu seberat 8 Kg mengangkut dengan mobil mewah merek Toyota Fortuner plat polisi B 805 TBU. Modusnya dengan cara disimpan di ban serap (cadangan) dibungkus plastik teh.

Baca Juga Sempat Nginap 2 Hari di Hotel Furaya, Kurir Sabu 8 Kg Ditangkap Saat Akan Berangkat Ke Jakarta

Kali ini Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil melakukan penangkapan total 41 kilogram sabu-sabu dan 44 ribu butir pil ekstasi. Dengan rincian 41 kg sabu-sabu tersebut senilai Rp.41 milyar dan untuk 44 ribu butir ekstasi senilai Rp.13.200.000.000.

Jumlah tersebut dari dua kasus yang berbeda total tersangka 3 orang.

Diuraikan Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto dalam rilis pers nya yang diterima bukamata.co Kamis (24/5/2018), untuk kasus pertama kurir yang ditetapkan Tersangka adalah laki-laki berinisial SL berusia 44 tahun warga Batam Provinsi Riau.

“SL ditangkap pada Rabu 9 Mei 2018 sekitar pukul 23.30 Wib, di Jalan Lintas Timur Km 293 Selensen Tembilahan didepan Polsek Kemuning Inhil” terang AKBP Sunarto Kabid Humas Polda Riau pengganti Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM ini.

Kemudian terang Sunarto, dari pelaku SL ini, polisi mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 29 kilogram sabu-sabu dalam bungkusan teh Cina bertuliskan Yushan. Kemudian 4 bungkus besar warna putih diduga pil ekstasi warna hijau merek Omega sebanyak 20.000 butir. Juga turut diamankan BB lainnya berupa 1 unit mobil Merek Suzuki jenis Ertiga plat polisi D 1544 ACJ serta 1 unit telepon genggam merek Samsung.

SL dikatakan Sunarto aksinya untuk mengantar Narkoba tersebut ke Jakarta melalui jalur darat sudah di incar pihak kepolisian berdasarkan informasi aparat. Setelah sempat lolos di jalur lintas Timur Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, akhirnya ia berhasil ditangkap di perbatasan wilayah Polda Jambi tepatnya di Lintas Timur Selensen Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.

Sementara untuk kasus yang kedua polisi menetapkan dua orang Tersangka, masing-masing laki-laki berinisial HC 34 tahun warga Rumbai Pesisir Pekanbaru dan MM 30 tahun warga Deli Serdang Sumatera Utara.

Dua orang tersebut, kata Sunarto ditangkap di Jalan Lintas Maredan Tenayan Raya pada Sabtu 12 Mei 2018 pukul 07.30 Wib.

Dari tangan pelaku Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan 12 kilogram sabu-sabu dibungkus bungkusan Teh Cina warna kuning bertuliskan Guanyingwang. Kemudian 4 bungkus besar ekstasi logo S warna merah muda sebanyak 24 ribu butir.

Selain barang haram tersebut, polisi juga mengamankan BB berupa 1 unit mobil Suzuki Ingnis dengan plat polisi BM 9803 XY (plat provit). Satu unit sepeda motor merek Honda Beat BM 6728 ZB serta 4 unit telepon genggam.

“Modus operandi dengan cara barang bukti sabu dan ekstasi dimasukan kedalam 2 tas ransel, yang satu tas ransel disandang sendiri oleh tersangka dan satu tas ransel diletakan dibawah stang sepeda motor pelaku” urai Sunarto.

Para tersangka terang Sunarto, akan dikenakan pasal 114 ayat (2) Junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara selama 20 tahun kurungan.

Editor Rikmal Hadi

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here