Sejumlah 2,9 Ton Narkotika Masuk ke Indonesia Dari Myanmar

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Bambang Soesatyo Ketua DPR RI menyatakan siap menyikapi hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap anggota Komisi XI DPR, Amin Santono yang diduga menerima suap dari pembahasan APBN Perubahan 2018. Ia juga menyatakan bahwa DPR akan mengambil langkah-langkah pembenahan internal dan keterbukaan dalam pembahasan anggaran.
Bambang Soesatyo Ketua DPR RI

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Bambang Soesatyo (Bamsoet) Ketua DPR RI mendorong seluruh penegak hukum kompak memberantas penyelundupan narkotika dan barang-barang ilegal lainnya yang masuk ke wilayah kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Bamsoet merespon pernyataan Direktur Jenderal Bea Cukai yang mengatakan bahwa terdapat sindikat baru penyelundupan narkotika yang berasal dari negara Myanmar.

“Dan tercatat dalam kurun waktu awal tahun hingga Oktober 2018, Bea Cukai RI berhasil menggagalkan penyelundupan 2,9 ton narkotika jenis sabu dari sindikat tersebut serta Indonesia juga menjadi salah satu negara sebagai sasaran penjualan narkotika jenis sabu dari sindikat internasional,” ungkap politisi Partai Golkar ini kepada bukamata.co Jumat (30/11/2018).

Loading...

“Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian RI, Interpol dan TNI bersama Bea Cukai untuk terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan kerja sama dengan aparat maupun beberapa lembaga bea cukai di negara-negara kawasan Asia Tenggara” katanya lagi.

DPR RI kata Bamsoet mendukung pernyataan Pemerintah tentang Indonesia darurat narkotika dengan ikut memerangi perdagangan narkotika secara massif.

“Menegaskan kembali bahwa DPR berkomitmen untuk berperan aktif dan jihad melawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika” ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Bamsoet juga menekankan agar BNN dan Kepolisian RI untuk menindak tegas pihak yang terlibat. Selain itu juga serius mengusut tuntas serta membongkar jaringan peredaran narkotika.

“Baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang masuk ke wilayah Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika” tegasnya.

Bamsoet juga mendorong agar BNN, TNI Angkatan Laut, Kepolisian melalui Polair bersama dengan Bea Cukai untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pengawasan terhadap beredarnya narkotika.

Selain itu juga memetakan jalur-jalur masuknya narkotika ke Indonesia baik melalui darat, laut maupun udara serta secara aktif melakukan razia berkala ke seluruh wilayah, terutama wilayah ataupun rute-rute yang rawan akan penyelundupan narkotika.

Soal penegakan hukum juga menurut Bamsoet, Kejaksaan untuk segera mengeksekusi bandar narkotika yang sudah memiliki keputusan hukum tetap guna memberikan efek rasa takut kepada bandar-bandar narkotika lainnya.

Hal tersebut, kata Bamsoet sebagai bentuk keseriusan dari negara terhadap perang melawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Mengingat Indonesia adalah korban perang proxy war narkotika sehingga harus dilakukan pengkajian untuk melawan kondisi proxy war tersebut, terutama dalam menghadapi masuknya narkotika ke Indonesia” tutup Bamsoet.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Sarinah Bakri

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here