Orangtua Murid yang Tewas di Kolam Ajukan Gugatan Perdata Kepada Global Sevilla School

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Sidang perdana kasus perdata kematian Gabriella Sheryl Howard (8) yang tewas tenggelam pada 17 September 2015 lalu saat pelajaran olahraga di sekolahnya, Global Sevilla International School Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat akan digelar pada hari ini, Selasa (9/4/2019) di PN Jakarta Barat.

Sebelumnya, dalam sidang putusan di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Barat tanggal 28 November 2017, Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa dan menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah.

Menyikapi keputusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan upaya Kasasi. Kasasi JPU dikabulkan oleh Mahkamah Agung dengan Perkara No. 767K/PID/2018, pada tanggal 25 September 2018 dan menjatuhkan putusan bahwa terdakwa guru olahraga korban, Ronaldo Laturette, terbukti bersalah atas kematian korban sesuai pasal 359 KUHP.

Loading...

Menindaklanjuti putusan kasasi pidana MA yang telah membuktikan tersangka bersalah sesuai pasal 359 KUHP, ditambah dengan surat teguran yang dikeluarkan oleh Suku Dinas Pendidikan II, Kota Administrasi Jakarta Barat kepada sekolah Global Sevilla School Puri Indah pada tanggal 8 Oktober 2015, tentang pelanggaran-pelanggaran sekolah terkait dengan kematian korban, maka orangtua korban mengajukan gugatan perdata melawan hukum pada Global Sevilla School yang telah didaftarkan di PN Jakarta Barat tanggal 14 Maret 2019.

“Ada 13 pihak yang digugat,” kata Asip, ayah korban, dalam keterangan yang diterima bukamata.co

Pihak-pihak yang digugat, terang Asip, yaitu 9 orang dari pihak sekolah dan 4 dari pihak Institusi Negara, salah satunya termasuk Sudhamek AWS, pemilik Sekolah Global Sevilla dan CEO GarudaFood.

Orangtua korban mengungkapkan dengan membawa kasus ini ke jalur hukum mereka berharap agar kasus yang menimpa Gabriella dapat menjadi pembelajaran penting bagi para guru dan sekolah agar kedepannya lebih berhati-hati dalam menjalankan tanggung jawab mereka dalam mendidik dan menjaga murid-muridnya di sekolah.

“Semoga kedepannya tidak ada lagi murid yang harus kehilangan nyawa di sekolah akibat kelalaian guru dan sekolah, tidak ada lagi orang tua yang mengantarkan anak ke sekolah dalam keadaan sehat walafiat, lalu dikembalikan oleh pihak sekolah dalam bentuk jenazah,” ujarnya.

Editor Rinai BK

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here