Puluhan Anggota Brimob Kendari Rusak Rumah Warga, IPW: Copot Kasat Brimob dan Kapolda Sultra

ilustrasi brimob

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Sekitar 40 orang anggota Brimob Polda Sulawesi Utara (Sultra) tiba-tiba menyerbu salah satu rumah warga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Minggu (7/4/2019) dini hari ketika penghuninya sedang tertidur lelap.

Belakangan diketahui rumah itu milik Yudahusna (68) yang tinggal bersama delapan orang cucunya. Menurut keterangan saksi, puluhan anggota Brimob berseragam lengkap dan beberapa membawa senjata laras panjang mendatangi rumah sekitar pukul 1.30 WITA dan langsung melempari jendela.

Yudahusna yang terbangun mendengar suara gaduh langsung membangunkan cucunya dan menyuruh mereka diam-diam keluar dari jendela belakang untuk menyelamatkan diri.

Loading...

Kejadian ini kemudian dikecam oleh Indonesia Police Watch (IPW).

“Kami mengecam keras aksi perusakan yang dilakukan 40 anggota Brimob terhadap rumah seorang nenek itu. Apa pun alasannya, aksi ini tidak bisa ditolerir,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan tertulis yang diterima bukamata.co

Pane mengatakan bahwa aksi perusakan itu adalah bentuk arogansi dan premanisme yang luar biasa, yang justru dilakukan aparatur keamanan negara.

“Kasat Brimob dan Kapolda Sultra tidak hanya harus meminta maaf namun juga mengganti semua kerusakan rumah Yudahusna,” ujarnya.

Pane menegaskan bahwa aksi itu menjadi teror bagi warga sekitar maupun warga Kendari. Aksi itu menunjukkan bahwa anggota Brimob tidak terkendali dan tidak bisa mengendalikan diri.

“Padahal menjelang Pilpes 2019, Polri selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan, nyatanya justru Polri sendiri yang tidak bisa mengendalikan anggotanya,” kata Pane.

Untuk itu IPW mendesak Polri untuk bertindak tegas pada seluruh anggota Brimob pelaku perusakan dan mencopot Kasat Brimob Polda Sultra dan Kapolda Sultra dari jabatannya.

“Kejadian tersebut menunjukkan bahwa Kasat Brimob maupun Kapolda Sultra tidak punya wibawa dan tidak bisa mengendalikan anak buahnya, hingga 40 anggota Brimob itu tanpa rasa salah nekat mengamuk membuat ketakutan masyarakat,” ujarnya.

Pane menyebut aksi yang diduga salah sasaran ini dilatarbelakangi kasus penganiayaan seorang anggota Brimob beberapa saat sebelumnya. Puluhan anggota Brimob kemudian mencari pelaku dan mengira pelaku bersembunyi di rumah korban.

“Kentalnya arogansi itu membuat mereka sebagai aparatur penegak hukum justru tidak patuh hukum. Hal ini diperparah lagi akibat tidak adanya wibawa Kasat Brimob dan Kapolda Sultra sehingga ke 40 Brimob itu bisa bertindak semena mena tanpa takut dengan tindakan tegas pimpinannya,” kata Pane.

Pane juga menyebut bahwa jika tindakan tegas tidak segera dilakukan Mabes Polri, dikhawatirkan kasus Kendari ini akan menjadi preseden yang akan memunculkan berbagai ulah oknum aparatur keamanan yang justru mengganggu keamanan masyarakat menjelang Pilpres 2019.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here