Sabu-sabu 1,6 Ton asal Tiongkok akan Dipasarkan di Jawa, Ini Analisis Kepala Bea Cukai Batam

Petugas BNN menata barang bukti narkotika jenis methamphetamine atau sabu saat konferensi pers pengungkapan kasus jaringan narkotika internasional di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Selasa (20/6). Tim gabungan BNN, TNI AL dan Bea Cukai berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 1,037 ton, satu unit kapal ikan, empat buah telepon seluler, satu buah telepon satelit, dan satu tas berisi dokumen kapal serta menahan empat orang tersangka berpaspor Taiwan yang masuk melalui jalur laut di Selat Philip, perairan Batam. ANTARA FOTO/

BUKAMATA.CO,BATAM– Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, sabu-sabu 1,6 ton yang dibawa dalam kapal asal Tiongkok rencananya akan dipasarkan di Jawa. Penyelundupan barang haram ini digagalkan Tim Bea Cukai Batam bersama Satgas Merah Putih di Perairan Kepulauan Riau.

“Dari hasil analisis, sabu-sabu ini akan dibwa ke Jawa,” ujar Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata di Batam, Rabu (21/2).

Namun, ia belum bisa memastikan karena kasus itu masih dalam pengembangan. Tim telah menyusur seluruh kapal, dan hasilnya menemukan sabu seberat 1,622 ton bruto.

Loading...

“Kami sudah turun lagi, menyisir setiap sudut kapal, clear tidak ada indikasi lagi,” kata dia.

Anjing pelacak K9 yang diturunkan untuk menjejak bau barang haram itu juga tidak mengindikasikan ada sabu yang masih tersimpan di sudut tersembunyi.

Sementara itu, Bea dan Cukai Batam menyerahkan barang bukti sabu seberat 1,622 ton bersama 4 tersangka warga negara Tiongkok ke Bareskrim Polri.

“Ini proses formal, penyerahan barang bukti dan tersangka ke Mabes Polri. Karena penindakan kemarin dilakukan bersama-sama Bea Cukai dan Polri,” kata Susila Brata.

Ia menyatakan surat penindakan diterbitkan Bea Cukai Batam, sehingga perlu ada penyerahan barang bukti dan tersangka.

Tahapan selanjutnya, kasus itu memasuki penyidikan oleh Bareskrim.

“Berikutnya penyidikan, kami serahkan pada Mabes Polri. Sampai di lapangan penyidikan sepenuhnya dilanjutkan ke Mabes,” kata dia.

Baca Juga:BNN, TNI AL dan Bea Cukai Ekspos Pengungkapan Penyelundupan 1,6 Ton Sabu-sabu

Sebelumnya, Satgas Merah Putih Mabes Polri bersama aparat Bea dan Cukai mengamankan kapal asal Taiwan berbendera Singapura yang membawa 1,6 ton sabu di Perairan Helen Mars Karang Banten, Kepulauan Riau, Selasa (20/2).

Kapolda Kepri Irjend Pol Didit Widjanardi penangkapan itu berdasarkan penyelidikan sejak November 2017.

Kapal itu memuat 81 karung berisi methavitamin atau sabu sejumlah 1,6 ton.

Editor Ridho
Sumber Antaranews

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here