Sejumlah Rp,3,9 Miliar Duit Bansos Buat Yayasan Keagamaan Dikorupsi

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Provinsi Riau memiliki catatan hitam dalam kasus korupsi. Dalam catatan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dinyatakan ada 54 terpidana korupsi yang dinyatakan buron. Dan pihak Kejati Riau menyebutkan tengah memburu 54 terpidana korupsi yang hingga kini masih belum dieksekusi oleh jajaran Adhiyaksa tersebut meski dinyatakan inkrah atau berkekuatan hukum tetap melakukan tindak pidana.
ilustrasi koruptor

BUKAMATA.CO, BANDUNG – Jika sudah tabiat maling, meskipun uang yang diperuntkkan untuk rakyat dalam mengembangkan diri di bidang keagamaan tetap disikat.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, dikutip dari Antara News, Kepolisian Daerah Jawa Barat menyita Rp1,9 miliar hasil tindak pidana korupsi dana hibah bantuan sosial peruntukan yayasan keagamaan.

Polisi, dituliskan Antara, menyita uang tunai Rp.1,9 miliar dari tangan Abdul Khodir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya.

Loading...

“Dari Pak Sekda Rp1,4 miliar kemudian dari total dana hampir Rp2 miliar (yamg disita), yang lain wujudnya udah dalam bentuk kendaraan,” kata Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi, di Mapolda Jabar, Jumat (16/11/2018).

Samudi menjelaskan, total dana yang diajukan untuk program hibah Bansos senilai Rp3,9 miliar. Angka tersebut diajukan bagi 21 yayasan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, kata dia, 21 yayasan yang diajukan dalam proposal untuk diberikan Bansos hanya mendapatkan 10 persen dari total dana atau sekitar Rp395 juta rupiah. Sementara sisanya menjadi dana bancakan bagi sembilan tersangka yang terlibat.

“Ini uangnya yang sudah diterima oleh yayasan. Artinya ini sudah diambil, uangnya ini yang kita sita dari para tersangka adalah uang bansos yang seharusnya haknya yayasan,” kata dia.

Menurut Samudi, dana hibah bansos ini bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.?

Mulanya, Polda Jabar mendapat informasi dari pihak yayasan yang mendapatkan dana Bansos tidak sesuai dengan nilai yang ditetapkan. Polda Jabar pun langsung menyelidiki dan menangkap sembilan tersangka.

Kesembilan tersangka itu yakni Abdul Khodir yang merupakan Sekda Tasikmalaya Maman Jamaludin selaku Kabag Kesra Setda Tasikmalaya, Ade Ruswandi selaku Sekretaris DPKAD Tasikmalaya.

Kemudian Endin selaku Irban Inspektorat, Alam Rahadian dan Eka Ariansyah selaku staf bagian Kesra. Lalu Lia Sri Mulyani, Mulyana, dan Setiawan yang berprofesi wiraswasta.

“Pada saat kita melakukan penggeledahan dan penyitaan ternyata dana itu belum digunakan untuk apa-apa. Makanya kita bisa sita. Dana Pak Sekda itu (yang disita) Rp1,4 miliar, artinya belum digunakan untuk apa-apa,” katanya.

Selain menyita uang Rp1,9 miliar, Polda Jabar juga menyita dua unit sepeda motor, satu unit mobil Toyota Kijang, sebidang tanah di Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya seluas 82 meter persegi, dan 128 dokumen.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here