Soal Tertangkap Gunakan Narkoba, Andi Arief Dinilai Adalah Pelaku Kriminal

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Henry Yosodiningrat menyatakan bahwa dalam kasus politisi Partai Demokrat yakni Andi Arief adalah murni kriminal, karena tertangkap menggunakan narkoba jenis sabu di sebuah hotel di Slipi, Jakarta Barat, pada Minggu (3/3/2019).
Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema 'Narkoba dan Kehancuran Kedaulatan NKRI Jumat, 8 Maret 2019 bertempat di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta.

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Henry Yosodiningrat menyatakan bahwa dalam kasus politisi Partai Demokrat yakni Andi Arief adalah murni kriminal, karena tertangkap menggunakan narkoba jenis sabu di sebuah hotel di Slipi, Jakarta Barat, pada Minggu (3/3/2019).

“Pertama saya ingin mengomentari cuitan dari AA, saya gak bisa membalas karena saya orang yang Gaptek (Gagap Teknologi. Red) gak bisa ke twit, Instagram tetapi orang heboh kirim ke saya bahwa dia mengatakan “saya bukan seorang kriminal”. “Saya katakan kalau bukan kriminal kamu itu siapa, saya katakan AA adalah pelaku kriminal , supaya masyarakat gak sesat dia buat, dia meyakinkan publik bahwa dia bukan pelaku kriminal” kata Henry Yosodiningrat dalam diskusi Empat Pilar MPR dengan tema ‘Narkoba dan Kehancuran Kedaulatan NKRI Jumat, 8 Maret 2019 bertempat di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dan ditegaskan Henry, Andi Arief katanya lagi disebut pelaku kriminal karena telah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dan diancam dalam ketentuan dalam pasal 127 ayat satu UU Narkotika.

Loading...

Kemudian lanjut dia, soal Andi Arief dipulangkan oleh pihak kepolisian dirinya mengaku sependapat dengan dalih tidak terdapat barang bukti sabu.

“Saya tidak sependapat kalau orang mengatakan bahwa pada saat itu kenapa alasan dipulangkan karena tidak terdapat barang bukti sabu” .

Karena kata Henry, dalam teori pembuktian, yang modern dalam hukum acara pidana itu dikenal dengan seintikafiden. Jadi lanjutnya alat bukti itu tak harus narkoba yang masih utuh. “Alat bukti narkoba yang sudah masuk kedalamnya itu adalah bukti narkoba yang ada disitu” tegas Henry.

“Kalau ditemukan radio, sendal jepit, itu gak ada hubungannya dengan penyalahagunaan narkoba, tetapi ketika ditemukan Bong sebagai alat untuk mengkonsumsi narkoba, kalau menurut teori seintikafiden itu merupakan satu buah alat bukti. Saya sampai saat ini masih kecewa dan marah” tegas dia.

Kemudian kalau alasan Andi Arief dipulangkan karena merujuk pada PP 25/2011, justru melanggar PP itu sendiri. Karena dalam PP itu adalah orang yang boleh direhabilitasi adalah seorang pecandu yang melapor.

“Dia tidak pernah melapor, dia ini adalah makhluk dewasa, makhluk yang berakal, makhluk yang bisa memilih, dia bukan korban, korban itu seorang anak yang belum remaja, bisa dipaksa untuk mengkonsumsi sabu, mengkonsumsi jenis narkoba yang lain sampai dia mengalami ketergantungan, itu yang namanya korban” terang Dia.

Dan soal Twit Andi Arief soal dirinya yang menyatakan “saya bukan seorang kriminal” tegas Henry itu adalah omongan orang Sakau (Gejala sakau bisa terjadi karena penghentian pemakaian narkotika secara mendadak atau menurunnya dosis narkoba yang digunakan). Karena kata Henry lagi, Andi Arief makhluk yang sudah dewasa dan mempunyai pikiran dan dalam kasus tersebut dirinya bukan korban melainkan pelaku penyalahgunaan narkoba.

Diuraikan Henry bahwa kejahatan narkotika di Indonesia ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan yang dilakukan oleh sebuah sindikat dengan tujuan untuk menghancurkan bangsa ini dengan cara konvensional dan sistematis.

Berkaca dari kasus Andi Arief ini, menurut Henry akan menjadi preseden buruk dalam upaya menyelamatkan generasi muda, milenial. Dengan dipulangkannya politisi Partai Demokrat tersebut , membuat generasi milenial menjadi berani menggunakan Narkoba.

“Kita pakai aja deh, yang udah makai gak usah berhentilah sampai nanti kita ditangkap polisi. Toh kalau kita ditangkap polisi juga, kita direhab, ini cara mendidik apa untuk bangsa ini” tegasnya.

Dikatakan Henry, 50-60 orang anak bangsa meninggal dunia akibat dari penyalahgunaan narkoba, setidaknya 5 juta orang yang mengalami ketergantungan atau yang sedang masih menjadi pengguna.

Dan kata dia lagi tidak ada satu pun desa di Indonesia ini yang bersih aman dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Bahkan dipaparkan dia tidak ada satu pun sekolahan SMU di Jakarta, mulai dari lingkungan masyarakat yang bersih aman dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba ini Henry mengaku dirinya sedang bekerjasama dengan Bareskrim Polri, kami keliling di 4 provinsi baru satu yang saya lakukan, pada 3 Maret di Padang mengumpulkan ribuan bahkan sampai 15000 generasi milenial, untuk menjaga mereka, agar bisa menciptakan SDM yang bersih, berkualitas, sehat, bermartabat yang tidak terkena narkoba.

“Kalau kita tak lakukan itu, maka untuk apa kita membangun segala sesuatu ini, kalau generasi muda kita sudah hancur, sudah pakai narkoba itu akibatnya seperti Andi Arief itu , jadi ngomongnya ngaco, suka-suka, teller , memfitnah dan mau apa bangsa ini generasi muda kita seperti AA semua” tegasnya.

Dan kata dia lagi untuk menyikapi semakin massifnya penyalahgunaan Narkotika ini menurut dia UU narkotika mutlak harus direvisi.

“Kebetulan saya di Baleg (Badan Legislasi. Red) dengan berbagai upaya agar masuk dalam prolegnas prioritas, tetapi saya selalu gagal, tidak mendapat dukungan, saya pernah menulis surat kepada Presiden meminta supaya dikeluarkan Perppu, cukup beralasan mengeluarkan Perppu, karena kondisi darurat, peraturan perundang-undangan yang tidak memadai untuk mengatasi kondisi darurat itu” tukasnya.

Selain Henry, pembicara lainnya ada anggota Fraksi NasDem MPR RI, Taufiqulhadi, dan Mantan Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sulistiandriatmoko.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here