Suami Istri Pemilik 2 Kampus Abal-abal di Palembang Tipu 64 Mahasiswa

Kombes Pol Supriadi, Kabid Humas Polda Sumsel, saat melakukan konferensi pers bersama Kombes Pol. Yustan Alpiani, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)
Kombes Pol Supriadi, Kabid Humas Polda Sumsel, saat melakukan konferensi pers bersama Kombes Pol. Yustan Alpiani, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)

BUKAMATA.CO, PALEMBANG – SS dan MS ditetapkan Tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) lantaran mengoperasikan dua kampus abal-abal alias tidak memiliki izin resmi dari dari Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

SS dan MS yang merupakan suami istri ini dilaporkan oleh para alumni dua kampus yakni Perguruan Tinggi Akademi Perekam dan Informatika Harapan Palembang dan Akademi Farmasi Harapan Palembang.

Para mahasiswa merasa dirugikan karena ijazah yang diterima ilegal dan tidak bisa digunakan untuk melamar pekerjaan. Merasa dirugikan, perwakilan alumni melaporkan hal tersebut ke Polda Sumsel.

Loading...

Diungkapkan oleh Kombes Pol Supriadi, Kabid Humas Polda Sumsel, saat melakukan konferensi pers bersama Kombes Pol. Yustan Alpiani, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bahwa atas kejadian tersebut, ada 64 orang mahasiswa menjadi korban dengan masa pendaftaran tahun 2014 dan wisuda tahun 2017.

Diuraikan Kombes Pol Supriadi, pengungkapan kasus tersebut berawal pada saat laporan dari korban yang mewakili korban lainnya, merupakan alumni Perguruan Tinggi Akademi Perekam dan Informatika Harapan Palembang dan Akademi Farmasi Harapan Palembang Tahun 2014-2017.

“Ketika sudah menjalani kuliah sebagian mahasiswa sudah menerima ijazah, namun milik Yayasan Perguruan Tinggi Harapan Palembang tidak pernah memperoleh izin pendirian Perguruan Tinggi maupun izin pembukaan program studi dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Jakarta sehingga hasil belajarnya tidak diakui” terang Supriadi di Gedung Widodo Budidarmo Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (31/10).

Kedua kampus abal-abal itu terang Supriadi, yang pertama Perguruan Tinggi Harapan Palembang beralamat di Jalan Soekarno Hatta No. 234 Lingkar Barat Palembang dengan tersangka inisial SS dan MS,

Berdasarkan penyelidikan, terang Supriadi lagi, kedua tersangka ini merupakan pasangan suami isteri dengan peran masing-masing, tersangka SS selaku pemilik/pembina Yayasan Harapan Palembang. Sedangkan tersangka MS selaku Ketua Yayasan Harapan Palembang.

Sementara itu, diungkapkan Kombes Pol. Yustan Alpiani, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel dari kedua TSK itu pihaknya menyita Barang Bukti (BB) kuitansi pembayaran mahasiswa, dan berbagai alat kelengkapan mahasiswa beserta berbagai dokumen lainnya yang digunakan oleh kedua TSK.

Terhadap dua TSK itu, polisi akan dikenakan pasal 378 KUHP dan atau Pasal 71 Jo Pasal 62 ayat 1 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 42 ayat 4 UU RI No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 Tahun dan atau pidana denda paling banyak 1.000.000.000,00 (Satu milyar rupiah),

Editor Rikmal
Laporan Hadi/Mingga

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here