Tudingan Jubir KPK Jika Belum Memiliki Kebenaran, Akan Ada Konsekwensi Hukum

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Hendardi, Ketua Setara Institute, menyatakan bahwa target reuni 212 dengan menguasai ruang publik (public space) di Monas pada 2 Desember 2018 besok hanya untuk menaikkan daya tawar politik dengan para pemburu kekuasaan atau dengan kelompok politik yang sedang memerintah.
Hendardi, Ketua Setara Institute

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Hendardi, anggota Pansel Capim KPK tahun 2019, merespon pernyataan Febri Diansyah Jubir lembaga anti rasuah tersebut tentang hasil seleksi Pansel yang telah diumumkan pada Jumat sore (23/8/2019).

“Pansel KPK menerima hasil tracking pada tahapan profile assessment kemarin tidak saja dari KPK tapi dari 7 lembaga negara lain, BNPT, BNN, Polri, PPATK, BIN, Dirjen Pajak dan MA. Semua masukan tracking tersebut dan juga masukan masyarakat melalui email, surat dan lain-lain kami pelajari, klarifikasi serta recheck kembali” papar Hendardi kepada bukamata.co Sabtu sore (24/8/2019).

Dan lanjut Hendardi, hasil tracking dan masukan-masukan itu tentu saja ada yang berkategori kebenaran, atau indikasi atau sudah atau belum berkekuatan pasti.

Loading...

“Dan semua itu kami klarifikasi terhadap pihak yang menyampaikan tracking dari lembaga-lembaga tersebut. Jadi jika lembaga seperti KPK menyampaikan tracking itu belum tentu semua memiiliki kategori kebenaran atau kepastian hukum. Bisa berupa indikasi yang nantinya dapat diperdalam dalam tahapan seleksi berikutnya” kata Hendardi.

Namun lanjut Hendardi, jika temuan merupakan kebenaran atau berkekuatan hukum Pansel Capim KPK tentu tidak akan toleransi.

Dikatakan Hendardi, jika KPK dan lembaga tersebut atau unsur masyarakat menyampaikan hasil tracking atau masukan secara terbuka dan menyebutkan nama-nama mereka di ruang publik, Pansel mempersilahkan saja.

“Namun jika itu belum merupakan kebenaran/punya kepastian hukum tentu pihak-pihak tersebut memiliki konsekwensi hukum dengan capim yang bersangkutan” tegas dia.

“Pansel mengucapkan terimakasih kepada KPK dan lembaga-lembaga negara lain yang telah membantu Pansel memberikan tracking terhadap 40 capim hasil seleksi Pansel. Demikian pula dengan masukan-masukan unsur-unsur masyarakat” tutup dia.

Diberitakan sebelumnya, Jubir KPK menuding dari 20 nama capim KPK jilid V, pihaknya menemukan beberapa dugaan pelanggaran, seperti ketidakpatuhan dalam pelaporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), dugaan penerimaan gratifikasi, dugaan perbuatan lain yang pernah menghambat kerja KPK, hingga dugaan pelanggaran etik saat bekerja di KPK.

“Data rekam jejak itu kami olah berdasarkan Informasi yang diterima dari masyarakat, kemudian kami cek ke lapangan, data penanganan perkara di KPK, hingga pelaporan LHKPN dan Gratifikasi,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/8/2019) dikutip dari tribunnews.com.

Tetapi, dia enggan membuka siapa saja calon pimpinan KPK yang memiliki rekam jejak negatif tersebut.

Pansel Capim KPK 2019 pada Jumat sore (23/8), mengumumkan sebanyak 20 orang dinyatakan lolos tes ” profile assessment” calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa jabatan 2019-2023.

Dimana peserta terbanyak berasal dari anggota Polri 4 orang, kemudian akademisi/dosen sejumlah 3 orang, dan jaksa 2 orang.

Dan berikut ini daftar 20 nama peserta yang lolos tes profile assessment diklasifikasikan berdasarkan profesi:

Dosen/akademisi

1. Luthfi Jayadi
2. Neneg Euis Fatimah
3. Nurul Ghufron

Anggota Polri

4. Antam Novambar
5. Bambang Sri Herwanto
6. Firli Bauri
7. Sri Handayani

Komisioner/pegawai KPK
8. Alexander Marwata – Komisioner KPK
9. Sujarnako – Pegawai KPK

Auditor

10. I Nyoman Wara

PNS

11. Roby Arya PNS Seskab
12. Sigit Danang Joyo – PNS Kemenkeu

Jaksa

13. Johanes Tanak
14. Sugeng Purnomo
15. Supardi

Advokat

16. Lili Pintauli Siregar

Hakim

17. Nawawi Pamolango

Pensiunan jaksa

18. Jasman Panjaitan

Lain-lain

19. Jimmy Muhammad Rifai – Penasihat Menteri Desa
20. Cahyo RE Wibowo – Karyawan BUMN.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here