‘Uang Sogok’ Rp1,7 M dan dan 1 Unit CRV-nya Ditolak Penyidik, Danil Ditetapkan Jadi Tersangka TPPU

BUKAMATA.CO, PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan menorehkan prestasi. Kali ini, Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dilakukan atas nama tersangka Danil Saputra alias Jamaludin Bin M Yanis.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs Firli MSi, dalam ekspos kasus ini di Mapolda Sumatera Selatan, Rabu (24/7/2019), menceritakan, terungkapnya kasus TPPU ini bermula dari penangkapan tersangka kasus narkoba Suhardiman pada 2 Agustus 2018 lalu. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Suhardiman ini, Polisi menemukan aliran rekening yang mencurigakan dan patut diduga terjadinya TPPU.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kasus narkoba tersangka Suhardiman dan kawan-kawannya, ternyata kita menemukan adanya bandar yang merupakan seorang napi sekaligus pengendali atas nama Danil Saputra Alias Jamaluddin Bin M Yanis. Dan diduga, dari bisnis narkoba yang sudah dilakukan sejak tahun 2016, terdapat hasil penjualan yang dananya dialirkan ke rekening-rekening mencurigakan,” papar Kapolda Irjen Firli.

Loading...

Dilanjutkan Kapolda, karena kecurigaan tersebut, Polisi pun menerbitkan surat Laporan Polisi TPPU: LP/218-A/X/2018/Ditresnarkoba tanggal tanggal 9 Oktober 2018. Kemudian, dilakukan proses sidik dan lidik terhadap aset-aset tersangka yang diduga hasil dari penjualan narkoba.

“Dan dalam penyidikan ditemukan aset-aset bergerak dan tidak bergerak yang ada di wilayah Aceh, Medan, Palembang dan Ogan Ilir, termasuk uang sebesar Rp1.7 miliar dan 1 Unit CRV yang waktu itu akan diberikan kepada penyidik agar kasusnya tidak dinaikkan atau tidak dilanjutkan. Namun oleh penyidik, uang dan mobil tersebut disita sebagai barang bukti dan tindak pidana pencucian uang,” jelas Kapolda lagi.

Dari kasus ini, Polisi telah mengamankan barang bukti berupa uang Rp1,7 miliar, lima unit truck Fuso, satu unit mobil Sienta, satu unit mobil CRV, satu unit mobil XPander, tiga unit sepeda motor, satu bangunan dan tanah tambak udang, satu bidang tanah dan bangunan CV Rizky Pratama, satu bidang tanah di wilayah Ogan Ilir, satu unit rumah di Kenten, dan dua bidang tanah di Lhoksemawe.

Masih menurut Kapolda,
pasal yang disangkakan adalah Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian Uang dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

“Kejahatan ini merupakan kejahatan ‘ordinary crime’ yang memerlukan penanganan khusus, tentu saja ini merupakan prestasi bagi Polda Sum-Sel,” jelas Kapolda.

Hadir dalam ekspos kasus yang digelar di Mapolda Sumsel tersebut antara lain Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Danni Gapriel SH, Deputi Bidang Pemberantasan PPATK Irjen Pol Firman Santyabudi MSi, Dirresnarkoba Kombes Pol Farman SH SIK MH, PJU Polda Sumsel, dan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi SH MH.***

Editor: Ali Nofa

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here