Lengkapi Penyidikan Tersangka Gratifikasi Zumi Zola, KPK Panggil 3 Saksi

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Untuk melengkapi penyidikan kasus penerimaan gratifikasi dengan Tersangka Gubernur Jambi Zumi Zoal. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi.
Zumi Zola Tersangka dugaan penerima gratifikasi proyek di Provinsi Jambi

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Untuk melengkapi penyidikan kasus penerimaan gratifikasi dengan Tersangka Gubernur Jambi Zumi Zoal. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi.

Dikutip dari ANTARA, KPK melalui Juru Bicaranya Febri Diansyah dalam hal ini memanggil Ketua DPRD Kabupaten Tebo Agus Rubiyanto, wiraswastawan Khalis Mustiko dan Ahmad Mustafad dari unsur swasta.

Dimana Zumi Zola bersama Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Jambi Arfan pada 2 Februari ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Tahun 2014-2017. (Baca Juga Gubernur Jambi, Zumi Zola Diminta Kooperatif Soal Kasus Hukumnya)

Loading...

Zumi baik bersama dengan Arfan maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sejumlah sekitar Rp6 miliar.

Selain itu, tersangka Arfan selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi serta pejabat pembuat Komitmen merangkap Plt Kepala Dinas PUPR Jambi diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Dinas PUPR provinsi Jambi tahun 2014-2017 dan penerimaan lain.

Kasus ini adalah pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 29 November 2017 terhadap Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saifudin dan anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriono.

KPK dalam operasi ini mengamankan uang Rp4,7 miliar yang diduga akan diberikan kepada anggota DPRD Jambi agar menghadiri pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun 2018 karena sebelumnya sejumlah anggota dewan berencana tidak hadir karena tidak ada jaminan dari pemerintah provinsi.

KPK menetapkan Supriono sebagai tersangka penerima suap, serta Erwan, Arfan dan Saifuddin sebagai pemberi suap.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here