Wah Ternyata Cairan Rokok Elektrik Mengandung Ekstasi, Dijual di Medsos

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pilihan Joko Widodo (Jokowi) memilih Prof. Dr. KH Maruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana.
Bambang Soesatyo Ketua DPR RI

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta pihak Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) didesak segera mengusut tuntas kasus dan dalang (bandar) dibalik kepemilikan cairan Vape (Rokok Elektrik. red) yang mengandung Ekstasi.

Selain itu juga pihak Kepolisian dan BNN untuk bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap akun-akun media sosial yang berpotensi melakukan pemasaran ataupun transaksi ilegal.

Hal ini disampaikannya dengan adanya pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya telah menangkap 3 pelaku peredaran cairan rokok elektrik/vape mengandung ekstasi atau 3,4 Metulendioksi-Metamfetamina (MDMA) yang dipasarkan di Jabodetabek.

Loading...

Dimana pemasarannya dilakukan melalui grup media sosial dengan target pelajar, mahasiswa, dan pengguna vape, seharga Rp 350.000 per 5 ml.

“Mulai dari pelaku pembuat cairan berekstasi, hingga pelaku yang masih memasarkan produk tersebut, serta menindak tegas para pelaku dengan ketentuan hukum yang berlaku, mengingat hingga saat ini sindikat cairan vape berekstasi tersebut masih belum seluruhnya diketahui” tegas Bamsoet kepada bukamata.co, Jumat (26/10/2018).

Tidak hanya itu, Bamsoet mendorong Kepolisian dan BNN bekerjasama dengan Badan Perlindungan Konsumen Indonesia (BPKN) untuk melakukan pendataan terhadap distributor ataupun penjual vape. Hal ini katanya guna mempermudah aparat dalam melakukan investigasi apabila diduga salah satu distributor atau penjual melakukan pengoplosan ekstasi dalam cairan vape.

Untuk memerangi Narkoba ini, kata Bamsoet seluruh masyarakat agar bersatu serta meminta pihak Kepolisian bersama BNN untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pengawasan beredarnya narkotika termasuk mengantisipasi masuknya narkotika jenis baru ke Indonesia.

“Terutama yang masuk ke lingkungan pendidikan, baik sekolah maupun Perguruan Tinggi, mengingat tren narkotika cair tersebut diduga masih akan terus berkembang seiring tren vape yang digandrungi anak muda.” Tutup Bamsoet.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here