Banyak Tenaga Medis Indonesia Praktek di Luar Negeri

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Jumlah tenaga medis Indonesia lulusan ilmu kedokteran tradisional Tiongkok selalu bertambah. Namun di Indonesia sendiri banyak yang tidak meakomodir tenaga medis tersebut. Alhasil banyak warga Indonesia yang memiliki potensi di bidang kesehatan, bekerja dan praktek di luar negeri.

Hal itu turut menjadi perhatian Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Menurutnya sudah banyak tenaga medis yang memilih ke Singapura, Australia, Belanda, maupun negara Eropa lainnya. Pasien yang berobat kesana pun banyak yang berasal dari Indonesia.

“Jika para tenaga medis yang sudah lulus pendidkan S1 sampai S3 ini bisa praktek di Indonesia, mereka bisa membuat rumah sakit atau semacamnya. Sehingga turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat kita,”sebut Bamsoet, sapaan Ketua DPR RI saat menerima Perkumpulan Kesehatan Tradisional Tiongkok Indonesia (PERKESTRATI) di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Kamis (26/07/18).

Loading...

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PERKESTRATI Hafna Rosyata, Penasehat William Adi Tedja, dan beberapa anggotanya antara lain Arief Halim, Meridian Kodiri, Christy, Dedi, Tirza Harum, Armin dan Lisa. Sedangkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo ditemani Anggot DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (F-Gerindra) dan Ahmad Sahroni (F-Nasdem).

Politisi Partai Golkar ini menyarankan PERKESTRATI segera melakukan audiensi dengan Kementerian Kesehatan agar pihak kementerian mengetahui dengan jelas aspirasi mereka. Jika nantinya ada kendala peraturan yang perlu dibereskan, DPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat tentu akan mencoba menjembataninya.

“Selain ke Kementerian Kesehatan, perlu juga dilakukan audiensi ke Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Kesehatan. Agar berbagai permasalahan yang dihadapi bisa diketahui secara jelas. Jika nantinya ada peraturan yang menghambat, akan coba kita kaji dan carikan solusi bersama,” papar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini memandang kesehatan merupakan hak asasi manusia yang telah dijamin oleh konstitusi. Kehadiran ilmu baru dari dunia medis yang berkembang di Tiongkok juga merupakan sebuah keniscayaan yang tak bisa dielakan.

Banyak warga dunia yang sudah merasakan manfaatnya. Bahkan di berbagai negara, seperti Australia, sudah ada perguruan tinggi yang membuka jurusan Traditional Chinese Medicine (TCM).

“Saya hanya tidak ingin ilmu yang sudah susah payah didapatkan oleh anak-anak kita ini menjadi sia-sia, atau justru dimanfaatkan oleh lembaga kesehatan negara lain,”pungkasnya.

Karenanya Kementerian Kesehatan dan mungkin juga Ikatan Dokter Indonesia ataupun lembaga terkait lainnya perlu duduk bersama. Ia mengajak untuk melihat perkembangan TCM ini dengan bijaksana. Kehadiran TCM bisa menjadi pelengkap bagi masyarakat dalam menggapai kesehatannya.***

Laporan : Bambang S
Editor : Adri Akbar

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here