BPJS Duga Ada Potensi Ketidaktepatan Klaim Sebanyak 79 Ribu, Ketua DPR RI Sarankan Ini

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan didorong untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh klaim dari rumah sakit yang akan dipertanggungjawabkan, agar tidak terjadi ketidaktepatan klaim.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto Istimewa)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan didorong untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh klaim dari rumah sakit yang akan dipertanggungjawabkan, agar tidak terjadi ketidaktepatan klaim.

Pasalnya seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) data yang ia terima Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2017 terdapat potensi ketidaktepatan klaim dari rumah sakit sebanyak 79.000 klaim.

“Mengingat nilai yang bisa diselamatkan dari klaim yang janggal tersebut lebih dari Rp 48 miliar, pihak BPJS Kesehatan dapat menjelaskan dugaan adanya ketidaktepatan klaim kepada rumah sakit agar tidak ada perbedaan data tagihan klaim” ungkap Bamsoet Selasa (13/11/2018).

Loading...

Bamsoet juga mendorong agar BPJS Kesehatan meningkatkan kerjasama dengan pihak rumah sakit terutama terhadap tagihan pembayaran klaim dari rumah sakit.

Hal ini dilakukan terang Bamsoet, guna menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Selain itu juga Bamsoet menyarankab agar BPJS Kesehatan meningkatkan pelayanan terhadap pasien yang berobat ke rumah sakit dengan memperhatikan surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai bentuk pengawasan dalam pelayanan pengobatan.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here