Heboh Twit Foto Politisi Demokrat, IPW: “Ferdinand Bisa Dikenakan Pasal Pornoaksi dan UU ITE

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang juga Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres nomor urut 02 Pabowo-Sandiaga Uno ini meminta agar pihak-pihak yang hendak melaporkannya ke polisi menghentikan niatnya.
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

BUKAMATA.CO, JAKARTA– Direktorat Cybercrime Mabes Polri harus mengusut kasus twit Ferdinand Hutahean politisi Partai Demokrat dan Arif Poyuono Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Karena Twit yang membuat heboh dunia maya tersebut dinilai ada dugaan pelanggaran pasal pornoaksi dan UU ITE.

“Apakah benar dihack orang atau tidak. Jejak digitalnya bisa dilacak Cybercrime untuk kemudian diungkap secara transparan oleh Polri. Jika memang dihack pelakunya harus diungkap dan diproses.” Tegas Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada bukamata.co Selasa malam (2/4/2019).

Dalam kasus ini juga, kata Neta lagi, Ferdinand harus diproses hukum untuk dikenakan pasal pornoaksi seperti kasus yang dikenakan polisi pada penyanyi Ariel dari Peterpan.

Loading...

“Sebaliknya, jika twit itu tidak dihack tapi “dibocorkan” pihak perempuan sebagai temannya, Ferdinand juga bisa dikenakan pasal pornoaksi dan UU ITE” ujar Neta.

IPW berharap Polri serius mengusut kasus ini, sehingga tegas Neta, korps Bhayangkara itu tidak dituding tebang pilih dan hanya berani pada Vanesa Angel saja.

“Kasus Ferdinand dan kasus Vanesa Angel beda-beda tipis dari sisi konten pornoaksi” kata Neta.

Mengutip detik com, Ferdinand menyatakan bahwa akun Twitter miliknya diretas oleh pihak lain. Atas kejadian tersebut dia melaporkan hal itu ke Bareskrim Polri.

“Iya betul jadi saya saat ini posisi sedang di Mabes Polri di Siber Bareskrim sedang melaporkan akun peretasan akun Twitter saya dan e-mail saya,” kata dia dikutip dari detik.com.

Dikatakan Ferdinand akun Twitter dan e-mail-nya diretas sejak Kamis (27/3) lalu. Dia memastikan semua cuitan setelah hari itu bukan berasal dari dirinya.

“Saya diretas oleh pihak saya duga sama pelakunya dan beredar foto-foto tidak senonoh yang dibuat dalam video pendek, saya nyatakan itu tak benar, editan,” tuturnya.

Selain itu juga dia membantah video editan yang menampilkan dirinya bersama seorang perempuan. Menurut dia, video itu sengaja dibuat untuk memfitnah dirinya.

“Memang ada foto saya yang asli yang saya simpan, yang mukanya tergores, disimpan di e-mail saya sebagai barang bukti pernah laporan kekerasan kala itu. Tapi foto-foto seperti video itu segala macam saya pastikan fitnah hoax, editan, itu bukan foto saya,” kata Ferdinand.

Masih dituliskan detik com, Arief Poyuono juga menegaskan akun @bumnbersatu bukan miliknya. Arief menyebut akun tersebut sengaja dibuat untuk menyudutkan dirinya.

“Saya itu, satu, nggak pernah mainan Twitter. Itu akun saya rasa orang yang buat. Karena saya nggak suka nge-tweet. Saya punya akun Facebook aja satu. Nggak punya akun Twitter,” kata Arief Poyuono, Rabu (2/4/2019).

Dia mengaku bersahabat dengan Ferdinand sehingga tidak mungkin mencela satu sama lain. Arief kemudian bicara soal para pihak yang hampir kalah di Pilpres 2019 dan dirinyalah yang menjadi ‘target operasi’.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here