MA Tewas Dianiaya Seniornya Saat Ikuti Diksarmil Menwa di Sebuah Kampus Palembang

Irjen Pol Firli saat memimpin konferensi pers soal korban penganiayaan di Mapolda Sumsel (4/11/2019)

BUKAMATA.CO. PALEMBANG – Korban kekerasan hingga menyebabkan kematian di dunia pendidikan kembali terjadi. Korban diduga tewas setelah dianiaya oleh seniornya saat mengikuti Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) Resimen Mahasiswa (Menwa) yang diikuti oleh dua kampus di Kota Palembang.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Polda Sumsel pada Senin (4/11/2019), korbannya adalah MA. Ia tewas diduga dianiaya seniornya yang sudah ditetapkan Tersangka masing-masing RWS (19 Th), KI (19 Th) dan IS (20 Th) di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Diungkapkan oleh Irjen Pol Firli, Kapolda Sumatera Selatan saat konferensi pers Senin siang, kejadian tersebut berawal pada saat 12 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) dan 4 mahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis) berangkat dari Kampus B menuju lokasi kegiatan pradiksarmil Menwa Angkatan XXXI Tahun 2019 di Desa Tanjung Baru Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten OI pada Minggu 13 Oktober 2019 jam 13.00 Wib.

Loading...

Kegiatan itu kata Irjen Pol Firli dimulai pada Senin, 14 Oktober 2019 sekira pukul 09.00 WIB dalam kegiatan pelatihan baris berbaris.

Kemudian pada Selasa, 15 Oktober 2019 sekira pukul 06.00 WIB dalam kegiatan olahraga pagi, dilanjutkan pada pukul 13.00 Wib kegiatan pengambilan senjata kayu dan pelatihan baris berbaris.

“Sekira pukul 18.20 Wib, saat kegiatan materi Provost dan kepemimpinan, korban mengalami tindakan kekerasan dari tersangka. Kemudian pada Rabu, 16 Oktober 2019 sekira pukul 07.00 WIB , kondisi kesehatan korban melemah/sakit” terang Firli.

Namun, terang Firli lagi, korban sat itu masih mendapatkan perlakuan kekerasan. Sehingga pada hari yang sama sekira pukul 14.30 WIB korban MA mengalami kejang-kejang, sembari kedua tangannya memegang dan menekan alat vitalnya (kemaluannya).

“Lalu, sekitar jam 15.00 Wib keadaan MA sudah pucat dan mengeluarkan liur serta busa dari mulut. Selanjutnya saksi Dedi Siswanto dan Agustinus membawa korban ke Rumah Sakit dan pihak rumah sakit menyatakan pada saat korban tiba di Rumah Sakit telah meninggal dunia (Death on Arrival)” terang Firli.

Polisi kata Firli saat ini sudah menyita Barang Bukti (BB) pada kejadian tersebut. BB yang disita dari ketiga tersangka sebagaiama dirincikan oleh Firli berbagai macam alat perlengkapan seragam Menwa.

“Berdasarkan hasil penelitian kita, mulai dari keterangan saksi, olah TKP pemeriksaan visum terhadap korban sendiri, kita bisa menyimpulkan kematian yang dialami korban dalam hal ini MA bahwa telah ada tindak kekerasan di tubuh korban” terang Firli.

Tim penyidik terangnya sudah menahan 3 orang tersangka. “Penyidikan terus berlanjut dan tentunya tetap akan kita dalami kalau ada tersangka lain yg terlibat” ujar dia. Tersangka saat ini sudah ditahan di Rutan Polres Ogan Ilir.

Ketiga TSK ini akan dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap orang di muka umum secara bersama yang menyebabkan matinya orang.

Dan dapat diancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Laporan Hadi/Mingga
Editor Rikmal Hadi

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here