Ketua Posko Menangkan Pancasila Kecam Penyebar Hoaks Aksi Buruh di Morowali

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Azman Asgar SP, Ketua Posko Menangkan Pancasila Sulawesi Tengah mengecam keras atas penyebaran video hoaks atau berita bohong yang dilakukan oknum soal aksi buruh PT.IMIP.
Aksi puluhan ribu TKA di PT.IMIP kemarin (24/1/19)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Azman Asgar SP, Ketua Posko Menangkan Pancasila Sulawesi Tengah mengecam keras atas penyebaran video hoaks atau berita bohong yang dilakukan oknum soal aksi buruh PT.IMIP.

Pasalnya kata Azman video yang beredar tersebut adalah aksi buruh PT.IMIP yang sedang berlangsung di areal perusahaan, untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) sebesar 20 persen dan pembangunan fasilitas yang layak bagi keselamatan pekerja.

“Video yang mengatakan tentang aksi puluhan ribu TKA di PT.IMIP kemarin (24/1/19) adalah penyesatan informasi alias Hoax” tegas Azman kepada bukamata.co Jumat (25/1/2019).

Loading...

Dan kata Azman lagi, bahwa aksi yang dilaksanakan pada Kamis (24/1/19) merupakan aksi yang murni digagas oleh para pekerja lokal di PT.IMIP dengan tuntutan utama naikan UMSK sebesar 20 persen. “Itulah fakta di lapangan” tegasnya.

Jikalau pun ada isu yang mengatakan itu adalah TKA yang keluar dari persembunyiannya tegas Azman lagi, tidak lain itu merupakan usaha untuk mempolitisasi aksi yang dilaksanakan oleh para pekerja.

“Saya kira, di momen jelang pilpres seperti saat ini setiap momen yang tengah terjadi bisa dipakai sebagai senjata untuk kepentingan salah satu kelompok tertentu, ini semua justru menciderai nilai perjuangan para pekerja yang berjuang atas kesejahteraannya” paparnya.

Diterangkan Azman, bahwa terkait tuntutan buruh soal UMSK 20 persen sudah disepakati oleh pihak Aspindo, Serikat Buruh yang difasilitasi oleh Pemkab Morowali di Rujab Bupati.

Tetapi katanya lagi, PT.IMIP melayangkan surat tidak setuju ke Pemprov Sulteng, itu yang kemudian memunculkan aksi di PT.IMIP.

Dalam aksi itu, kembali dijelaskan Azman ada tiga poin penting tuntutan para buruh.

Pertama, soal UMSK 20 persen, kedua soal fasilitas yang baik bagi keselamatan kerja dan ketiga menolak dominasi asing di PT.IMIP.

“Tapi yang beredar justru aksi chaos antara TKA dan TK lokal, ditambah lagi info bahwa itu merupakan TKA yang keluar dari persembunyiannya akibat banjir. Itu semua penyesatan informasi alias Hoax” tegasnya kembali.

Informasi yang dihimpun, di jejaring Media Sosial (Medsos) ramai disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggunjawab soal aksi butuh tersebut. Yang menyebutkan bahwa ada aksi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina keluar dari persembuyian karena banjir.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here