Pembangunan Tol Palembang-Bengkulu di Mulai, Target Tahun 2022 Siap

ilustrasi jalan tol (foto: tol Serang-Panimbang/google)

BUKAMATA.CO, PALEMBANG – Keseriusan pemerintah dalam membangun jalan tol trans Sumatera sepertinya tidak main-main. Tak hanya membangun jalan tol pada koridor Bakaheuni-Aceh sepanjang 2.062 kilometer (km), pemerintah juga membangun Sirip Tol Trans Sumatera yang terdiri dari tiga koridor.

Tiga sirip tol tersebut yaitu menghubungkan kota Medan-Tebing Tinggi-Sibolga, Padang-Pekanbaru-Dumai dan Palembang-Simpang Indralaya-Bengkulu sepanjang total 890 Km.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, berfungsinya jalan tol Bakaheuni-Palembang sepanjang 350 Km pada Juni 2019 mendatang diharapkan dapat lebih optimal jika sirip jalan tol Ruas Palembang-Bengkulu sepanjang 351 Km juga dibangun, dikutip dari setkab.go.id

Loading...

“Bulan lalu sudah dimulai pembangunan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, hari ini Simpang Indralaya-Muara Enim sepanjang 119 Km dan Muara Enim-Lubuk Linggau sepanjang 114,5 Km,” kata Menteri PUPR pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Pencanangan Pembangunan kedua ruas tol tersebut, di Muara Enim, Selasa (9/4/2019).

Menteri PUPR juga mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) yang dilintasi tol untuk mulai pembangunan jalan akses menuju kawasan industri dan wisata.

“Salah satu contohnya pengembangan kawasan industri di Kabupaten Ngawi dan Nganjuk setelah beroperasinya tol Trans Jawa,” katanya.

Selanjutnya Menteri PUPR menerangkan bahwa vendor perusahaan di Karawang tidak perlu pindah ke Karawang karena dengan adanya jalan tol waktu tempuh dan biaya lebih pasti.

“Pembangunan jalan tol merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk membantu Pemda mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Pemerintah Pusat hanya membantu kerja Pemda,” jelasnya.

Menteri PUPR menegaskan bahwa pemerintah juga serius untuk memperluas manfaat tol bagi masyarakat setempat dengan memberikan porsi lebih besar kepada produk-produk lokal di rest area jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT. Hutama Karya untuk membangun 24 ruas tol di Sumatra.

“Keseluruhan konstruksi kedua ruas jalan tol tersebut ditargetkan dapat selesai pada bulan Desember 2022. Jadwal pengoperasian paling lambat 2 bulan setelah selesai pekerjaan konstruksi,” kata Danang.

Kehadiran tol yang menghubungkan Palembang-Bengkulu ini, menurut Danang, akan memangkas waktu tempuh Palembang-Muara Enim yang semula membutuhkan waktu sekitar 4 jam menjadi 1,5-2 jam saja. Sementara Palembang-Bengkulu akan dapat ditempuh selama 4 jam.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here