Tingginya Belanja Impor Migas, Kemen ESDM Harus Cari Solusi Bahan Bakar Alternatif

BUKAMATA.CO, BALI - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong parlemen dunia meningkatkan kerja sama lintas sektor serta melakukan inovasi pada keuangan, teknologi, infrastruktur dan kemitraan untuk memastikan semua orang memiliki akses ke energi berkelanjutan. Akses ke energi bersih, aman dan terjangkau, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bamsoet saat membuka World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) di Bali, Rabu (12/09/18).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Dengan neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit di bulan Oktober 2018 sebesar US$ 1,82 miliar akibat impor migas naik sebesar 26,97 persen.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk terus mencari bahan bakar alternatif.

“Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menyiapkan langkah-langkah strategis guna meningkatkan jumlah ekspor non-migas dan menekan jumlah impor migas, sehingga mencegah terjadinya defisit neraca perdagangan” kata Bamsoet Jumat (16/11/2018).

Loading...

Kemendag juga lanjut Bamsoet, untuk membuat kebijakan yang dapat membantu pelaku usaha dalam mendapatkan bahan baku industri utamanya dari dalam negeri.

“Dan menyesuaikan hasil produksi sesuai dengan standar internasional, sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan jumlah hasil produksi dan nilai ekspor” ujarnya.

“Kemendag untuk memberikan kemudahan dalam memperoleh izin ekspor bagi para pelaku usaha” tukasnya.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here