Abdul Wahid Ragukan Proyek Fly Over Mal SKA dan Pasar Pagi Arengka Tuntas Satu Tahun Anggaran

Perempatan di depan Mal SKA, disinilah akan dibangun Flyo over atau jalan layang dan lelangnya akan diumumkan akhir Februari ini.

BUKAMATA.CO,PEKANBARU– Anggota Komisi IV DPRD Riau Abdul Wahid meragukan pembangunan dua proyek fly over atau jembatan layang di perempatan Mal SKA dan Pasar Pagi Arengka, anggarannya tuntas diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Proyek tersebut saat ini sudah masuk dalam tahan pengumuman pemenang tender, akhir Februari ini.

“Saya dari awal mengatakan proyek ini tidak akan tuntas satu tahun ini, tapi karena mereka (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) mengatakan mampu, silahkan saja, asal mereka bekerja maksimal,” sebut Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKB, Abdul Wahid di Pekanbaru, Minggu (25/2/2018).

Menurut perhitungannya, pada akhir Februari diumumkan pemenang tendernya, Maret-April persiapan dan mulai ke lapangan, otomatis Mei pengerjaan baru dimulai. Sehingga, dengan sisa waktu sampai akhir tahun akan jauh dari harapan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Loading...

Hal itu dikatakannya, bercermin dari pembangun dua flyover sebelumnya di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru yang hanya jalur lurus namun memakan waktu dua tahun pembangunan. Sedangkan, untuk dua proyek yang akan dibangun sekarang dengan pola empat dan tiga sisi.

“Contoh, dua fly over yang sebelumnya telah dibangun, habis dua tahun, itu hampir tidak selesai, karena ditemukan kendala dilapangan. Ini yang kita bangun ada tiga dan empat sisinya, belum lagi kondisi di lapangan dengan masyarakat. Atau relokasi pedagang yang di perempatan pasar pagi, ini cukup memakan waktu, “sebut Abdul Wahid.

Ia menilai Pemprov melalui dinas terkait seharusnya bisa memprediksi sesuatu hal diluar mekanisme. Keinginan kuat Pemprov seharusnya didukung dengan Sumberdaya manusianya.

“Karna yang berkaitan dengan waktu dan administrasi Dinas PUPR masih kurang. Itu belum ada perbaikan,” sebutnya.

Ketua DPW PKB Riau ini memperkirakan, nantinya akan ada silpa dari anggaran pembangunan flyover tersebut, dan juga dari pembangunan Jembatan Siak IV, yang ada di Jalan Sudirman Ujung.

“Kalau saya lihat akan ada silpa Rp1 triliun, dan dan juga ada hampir Rp 500 miliar anggaran yang tak bisa dipakai, termasuk dari pembangunan jembatan Siak IV, yang katanya mereka juga optimis,” sebutnya.

Meski begitu, Dirinya tetap memotivasi agar Pemprov dapat menuntaskan pengerjaan dua flyover di titik rawan kemacetan tersebut. Diharapkan dapat selesai sebelum akhir masa jabatan Gubernur.

“Saya terus memberikan motivasi kepada mereka agar DinasPUPR itu bekerja secara maksimal. Kata Kadisnya, ada jembatan layang di Bandung tiga bulan selesai dengan teknologi dan inovasi, silahkan saja, kita lihat nanti,” paparnya.

Sebagai informasi, untuk pembangunan flyover simpang Mall SKA dialokasikan sebesar Rp160 miliar dan untuk simpang pasar pagi Arengka dianggarkan Rp80 miliar, ditargetkan rampung dalam satu tahun anggaran. Sementara, proses lelang tender telah berlangsung dan diumumkan pada 26 Februari ini, artinya pembangunannya akan segera dimulai.

Editor Ridho
reporter Di

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here