Dalam Waktu Dekat Jokowi Janji ke Petani akan Naikkan Harga Gula

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Presiden Jokowi berjanji akan menaikkan harga biaya pokok produksi (BPP) gula dalam waktu dekat. Janji ia berikan usai menemui ratusan petani tebu di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2).

Jokowi mengatakan dalam pertemuan, ia memang mendapat masukan dari para petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) agar menaikkan harga BPP sebesar Rp10.500 per kilogram.

“Harga minta naik ke Rp10.500. Tolong diberi waktu seminggu. Saya akan undang APTRI bicara soal ini. Jangan saya baru tau terus minta diputuskan,” kata Jokowi.

Loading...

“Intinya semangatnya adalah kami naikkan, berapanya itu yang belum kami putuskan,” tambahnya.

Jokowi sempat mendengarkan cerita langsung dari sejumlah petani tebu asal Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat. Para petani tersebut menyampaikan sejumlah keluhan kepada mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Salah satu keluhan disampaikan Harmonis, petani tebu asal Lampung, yang menyatakan bantuan sosial tebu dari Kementerian Pertanian sudah tak turun lagi mulai dari 2015 sampai sekarang. Padahal, kata Harmonis bantuan sosial tersebut cukup membantu mengurangi biaya petani.

“2014 dapat pupuk, pengolahan lahan dan alat pertanian. Membantu biaya petani,” ujarnya.

Jokowi mencatat setiap keluhan yang disampaikan Harmonis dan rekannya. Meskipun demikian, ia mengaku baru mendengar program bantuan sosial tebu milik Kementerian Pertanian.

“Supaya bapak ibu tahu, tidak semua hal saya tahu, bansos tebu saya baru dengar ini. Saya cek ke Mentan (Menteri Pertanian),” kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan selain akan membahas soal kenaikan harga gula, pemerintah akan merevitalisasi pabrik-pabrik gula milik BUMN. Pemerintah juga akan mempertahankan sistem bagi hasil dan pemberian pinjaman lewat Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E).

“Kami juga siapkan tim sehingga segera bisa saya putuskan, yang paling penting satu harga, kedua pabrik-pabrik mana yang bisa segera revitalisasi. Kalau bicara dengan pelaku-pelaku bisa cepet nangkep ya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikun mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah memerintahkan Bulog untuk membeli gula petani di angka Rp9.700 per kilogram. Tapi menurutnya, harga tersebut masih di bawah BPP sebesar Rp10.500 per kilogram yang telah petani.

Soemitro pun menyayangkan Bulog hanya membeli gula dari petani yang menggiling tebunya di pabrik milik BUMN. “Sedangkan yang tidak, misalnya Kebun Agung, gulanya tidak dibeli sehingga harga jatuh di bawah Rp9.000/kilogram,” ujarnya.

Di sisi lain, Soemitro juga mengeluhkan keberadaan gula impor. Menurutnya, para petani tebu sulit menjual gula di pasar karena keberadaan gula impor. Namun, Soemitro memahami maksud dari kebijakan impor gula tersebut.

“Karena barangkali maksud bapak (Presiden Jokowi) yang begitu mulia untuk memberikan pelayanan kepada konsumen dengan cara impor agar lebih dari kebutuhan, sehingga gula eks impor yang beredar di pasar agak melebihi kebutuhan,” kata Soemitro.

Editor Auzia
Sumber cnnindonesia.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here