Gendong Anaknya Yang Lumpuh, Ibu Asal Pangandaran Nekat Temui Jokowi, Begini Kejadiannya

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Irma, Sumiati (48), seorang perempuan asal Desa Cimindi, Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ini nekat menemui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Ia mendatangi Jokowi sambil mengendong gadis berusia 17 tahun, Irma Sumawati yang menderita penyakit lumpuh sejak usia tujuh bulan. Aksi nekat ini membuahkan hasil, anaknya diberikan bantuan oleh orang nomor satu di republik ini.
Presiden Jokowi saat meresmikan proyek keramba jaring apung (KJA) lepas pantai dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, (24/4/2018).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Irma, Sumiati (48), seorang perempuan asal Desa Cimindi, Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ini nekat menemui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Ia mendatangi Jokowi sambil mengendong gadis berusia 17 tahun, Irma Sumawati yang menderita penyakit lumpuh sejak usia tujuh bulan. Aksi nekat ini membuahkan hasil, anaknya diberikan bantuan oleh orang nomor satu di republik ini.

Dikutip dari ANTARA, bantuan ia dapatkan berupa uang diberikan melalui Staf Kepresidenan kepada ibu kandung Irma, Sumiati (48), di sela-sela acara Presiden Jokowi meresmikan Keramba Jaring Apung di PPI Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Selasa.

Kisah mengharukan itu berawal dari Sumiati yang bersemangat untuk bertemu dengan Presiden Jokowi menyampaikan berbagai keluhan tentang kondisi anaknya yang membutuhkan biaya perawatan medis.

Loading...

Sumiati sambil menggendong anak gadisnya itu bergegas pergi dari rumahnya menuju PPI Cikidang dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam menggunakan kendaraan.

Ia sambil menggendong anaknya yang terpasang selang ke hidung sebagai alat bantu pernapasan dan asupan cairan itu sudah menunggu Presiden Jokowi sejak pukul 05.30 WIB, lebih cepat dari agenda jadwal Presiden pukul 08.00 WIB.

“Saya tadi datang subuh, biar bisa masuk ke acara Pak Presiden,” katanya.

Acara peresmian yang berada di tengah lapang tidak jauh dari laut itu tidak menyurutkan semangat Sumiati untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi, meskipun saat itu cuaca cukup panas.

Ia dan anaknya yang digendong memakai kain “samping” itu tidak bisa masuk lokasi acara, karena adanya penjagaan petugas yang memperbolehkan masuk bagi yang memiliki kartu identitas sebagai bukti undangan acara.

Harapannya untuk bertemu Presiden akhirnya gagal, namun ia terus bersemangat menunggu acara tersebut selesai, dengan harapan Presiden dapat melihat lalu menemuinya, tetapi keinginannya itu kembali kandas.

“Mudah-mudahan saja bisa ketemu Presiden,” katanya.

Aksi kasih sayang ibu untuk kesembuhan anaknya itu ternyata diketahui oleh tim kepresidenan.

Usai acara peresmian, tim dari kepresidenan mencari ibu yang menggendong anak gadis sakit itu dengan berkeliling menemui setiap kerumunan warga.

Akhirnya ibu yang menggendong anak tersebut ketemu di kerumunan warga, kemudian dibawa ke sebuah ruangan di lingkungan PPI Cikidang.

Tim dari kepresidenan memberikan bantuan uang sebesar Rp10 juta untuk biaya operasional pengobatan dan pembelian kursi roda untuk anak Sumiati tersebut.

Sumiati sambil menangis mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Staf Kepresidenan yang telah memperhatikan dengan memberikan bantuan berupa uang.

“Kata orang yang ngasih uang tadi minta maaf Pak Presiden tidak bisa menemui anak ibu, karena jadwalnya padat, saya tidak menyangka dapat bantuan, terima kasih Pak Presiden,” kata Sumiati.

Bantuan yang diterima Sumiati itu akan digunakan untuk biaya operasional pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis yang jarak tempuhnya puluhan kilometer.

Ia mengatakan biaya untuk pengobatan sudah ditanggung oleh Program Kartu Indonesia Sehat, tetapi seringkali terkendala oleh ongkos perjalanan menuju rumah sakit besar itu.

Di Kabupaten Pangandaran, kata dia, belum ada rumah sakit yang dapat menangani kondisi penyakit anaknya.

“Untuk pengobatan sepenuhnya tidak dikenakan biaya, hanya saja sering bingung ongkos pergi ke rumah sakitnya,” katanya.

Sumiati membawa anaknya ke rumah sakit dua pekan sekali hanya untuk mengganti selang sebagai alat bantu yang tidak bisa lepas dari hidung anaknya itu.

Ia memiliki harapan untuk dapat menyembuhkan anaknya atau dapat bertahan hidup lebih lama sehingga menjadi kebahagiaan bagi kehidupan anaknya itu.

“Anak saya ini sangat saya sayangi, anak pintar, cantik, siapa yang cantik?” kata Sumiati sambil menatap tulus wajah anaknya itu.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here