Investor China Investasi ke Morowali, Luhut Minta Gandeng Pengusaha Lokal

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan pertemuan dengan investor China yang ingin mengembangkan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah.

Sebagai syarat untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut, Luhut minta investor harus menggandeng partner lokal .

Pertemuan dilakukan Luhut antara lain dengan Xiang Guangda, Presiden Direktur Tsingshan Group, Xu Kaihua, Presiden Direktur Gelinmei, Li Changdong, Presiden Direktur CATL, Chen Xuehua, Huayou, Direktur dari BRUNP Recycling. Selain itu, hadir perwakilan perusahaan Jepang Hironari Furukawa, Presiden Hanwa.

Loading...

Selain itu, hadir juga Direktur Utama PT Inalum Budi Sadikin, perusahaan yang menurut Luhut bisa menjadi partner lokal para investor dan Maniwanen, CEO dari Busana Aparel Grup yang mewakili sektor swasta dan berbicara tentang prospek bisnis di Indonesia.

“Pemerintah akan membantu agar ini bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus, tetapi syaratnya Anda harus menggandeng partner lokal. Hal ini tidak boleh ditawar. Tentunya kerjasama itu harus menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (11/1/2019).

Luhut menjelaskan pemerintah berkeinginan untuk mendekatkan industri hulu ke hilir dalam satu kawasan sehingga impor diharapkan bisa dikurangi. Hal tersebut pun tengah didorong untuk diterapkan di kawasan industri Morowali.

“Sekarang di wilayah ini produk yang dihasilkan sudah sampai carbon steel (baja karbon) kami berharap nanti akan dihasilkan juga produk turunan lainnya. Begitu juga dengan baterai, dari industri hulu hingga produk akhirnya bisa dikerjakan di sini,” jelasnya.

Ia juga menyarankan baterai yang dihasilkan di kawasan industri tersebut nantinya difokuskan pada baterai untuk sepeda motor, lalu baterai untuk kendaraan umum, baru kemudian kendaraan pribadi.

Saat ini, menurut dia, Universitas Tsinghua dari Beijing telah menyatakan keinginan mereka untuk mendirikan pusat riset di Morowali dan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia seperti ITB, atau perguruan tinggi Indonesia lainnya.

Para investor yang hadir menyatakan komitmennya untuk bermitra dengan perusahaan Indonesia, membawa teknologi terbaru serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup sekitar dari pencemaran.

Sementara Maniwanen menilai kawasan industri ini bisa menurunkan biaya operasionakl industri. Ia juga menepis kawasan industri tersebut merupakan bentuk invasi China.

“Tidak ada itu. Mereka datang ke sini membawa modal. Tenaga kerja asing yang dari China itu datang ke sini kan gajinya dua kali atau tiga kali lipat. Mereka tinggalkan keluarga di sana untuk datang ke sini. Pasti perusahaan juga tidak mau berlama-lama memperkerjakan orang asing ini,” katanya.

Saat ini, kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mempekerjakan 30.028 tenaga kerja, 3.100 di antaranya merupakan tenaga kerja asing dengan masa kontrak paling lama tiga tahun. (*)

Editor Auzia
Sumber cnnindonesia.com

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here