Jokowi Ingatkan Rakyat, Hati-hati Dengan Politikus Seperti Ini

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa di Indonesia, masih ada kurang lebih 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat. Hal itu menjadi penyebab banyak terjadi konflik agraria. Akibat konflik agraria ini, rakyat selalu kalah oleh kekuatan modal besar karena tidak memiliki kekuatan hukum dalam kepemilikan hak atas tanah lantaran belum disertifikat.
Kepala Negara menyalami warga yang hadir dalam acara penyerahan 3.000 sertifikat hak tanah, di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11) pagi. (Foto: Humas Setkab)

BUKAMATA.CO, TEGAL – Untuk meraih simpatik dan dukungan, saat ini sedang gencar propaganda yang menyesatkan dengan cara menakut-nakuti rakyat. Mirisnya propaganda tersebut disampaikan tidak beretika, dan tidak pakai sopan santun politik yang baik.

“Mereka melakukan politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, membuat kekhawatiran, propaganda ketakutan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada penyerahan 3.000 sertifikat tanah untuk warga Tegal dan sekitarnya, di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11) pagi dilansir dari laman setkab.go.id.

Setelah (masyarakat) takut, menurut Presiden, para politikus itu membuat sebuah ketidakpastian. Sehingga masyarakat menjadi, “lho kok”. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat.

Loading...

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Membuat ketakutan. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti, politik genderuwo,” ungkap Kepala Negara.

Kepala Negara mengingatkan, jangan sampai seperti itu, karena berbahaya sekali. “Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan,” tegasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Penduduk kita sekarang sudah 263 juta, dan kita ini dianugerahi oleh Allah SWT perbedaan-perbedaan, berbeda-beda, warna-warni.

“Kita memiliki 714 suku, banyak sekali suku di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, banyak sekali, 714 suku. Bahasa daerahnya ada 1.100 lebih,” kata Presiden Jokowi seraya mengingatkan, aset terbesar bangsa ini, modal terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan.

Oleh sebab itu, Kepala Negara jangan sampai karena pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden ada yang tidak saling sapa dengan tetangganya, tidak saling sapa antarkampung, antardesa, tidak rukun antarkampung.

“Jangan sampai terjadi seperti itu di Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah. Kalau pas ada pilih bupati ya pilih mawon yang sing paling sae sinten, pilih mpun, kalih tetonggo bedo pilihan enggak apa-apa, rukun lagi. Di majelis taklim ada yang berbeda pilihan enggak saling ngomong, meneng-menengan, ampun, enggak boleh seperti itu,” tutur Kepala Negara.

Presiden Jokowi menegaskan, kita harus menjaga ukhuwah islamiah kita, harus menjaga ukhuwah wathaniyah, karena kita ini semuanya adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

“Jangan sampai tidak rukun, tidak bersatu, menjadi pecah gara-gara pilihan presiden, pilihan gubernur, pilihan bupati. Jangan sampai! Rugi besar kita ini. Karena apa? Setiap lima tahun itu ada pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden, ada terus, pilihan wali kota ada terus,” tutur Kepala Negara.

Editor Rikmal Hadi
sumber setkab.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here