Gubernur Papua Sempat Ragu Kepada Presiden Jokowi Soal Saham PT Freeport Untuk Daerah

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku dirinya sempat meragukan dengan komitmen pemerintah pusat soal akan diberikannya 10 persen saham PT Freeport kepada pemerintah daerah setempat.
Lukas Enembe, Gubernur Papua menjawab wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, jakarta, Kamis (29/11) siang. (Foto: Humas Setkab)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku dirinya sempat meragukan dengan komitmen pemerintah pusat soal akan diberikannya 10 persen saham PT Freeport kepada pemerintah daerah setempat.

Namun hal tersebut seakan sirna saat dirinya bersama Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengikuti Rapat Terbatas yang membahas tentang divestasi 51 persen saham Freeport kepada Indonesia.

“Presiden menekankan harus kita hati-hati untuk keberpihakan pada pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Jangan sampai ada orang lain masuk dengan gelap, itu jelas,” kata Lukas kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/11) siang.

Loading...

Diakui semula dirinya seperti warga Papua lainnya sempat ragu apakah pemerintah bersungguh-sungguh mengenai pemilikan 10 persen saham PT Freeport itu. Ternyata, lanjut Lukas, Presiden ternyata memang beliau sungguh-sungguh memihak kepada kepemilikan 10% saham itu.

“Sehingga kami berkeyakinan bahwa satu-satunya presiden dengan hati, kerja dengan hati sehingga memperjuangkan hak-hak rakyat Papua. Jadi kami yakin bahwa, kami Pemda Papua dan pemda Mimika akan memiliki 10% saham,” sambung Lukas.

Menurut Gubernur Papua, Presiden telah menegaskan akan mengawal proses yang terjadi sampai selesai. Beliau memerintahkan sebelum mengakhiri Desember sudah negosiasi kita untuk 51% sudah selesai. “Intinya keberpihakan pada masyarakat Papua. Selesai, itu saja,” ujarnya.

Mengenai pembagian 10 persen saham Papua, Lukas menjelaskan, sesuai kesepakatan kita awal. Pemprov Papua 3%, dan Pemerintah Kabupaten Mimika 7%.

Gubernur Papua Lukas Enembe kembali menyampaikan, bahwa Presiden Jokowi tidak menginginkan ada pihak lain yang meminta saham. Untuk itulah, proses negosiasi terjadi tidak boleh ada orang lain masuk yang seperti itu. Ini untuk Indonesia, 51% milik pemerintah Indonesia.

Tapi saat ini sudah ada yang kira-kira meminta saham atau gimana Pak?

“Jangan sampai, jangan sampai ada keinginan seperti itu. Kan sebelumnya sudah terjadi. Itu salah satu proses kenapa cepat terjadi karena di sini tidak ada niat seperti itu, sehingga jalan tepat ini. Presiden berharap agar Desember sudah selesai,” tegas Lukas.

Editor Rikmal Hadi
sumber setkab.go.id

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here