Pasca Gempa Bumi di Sulteng, Puluhan Anak Dilaporkan Hilang

BUKAMATA.CO,PALU - Lebih dari 50 anak dilaporkan hilang saat gempabumi dan Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi. Hal ini disampaikan oleh Sekretariat Bersama (Sekber) Perlindungan Anak Kementerian Sosial di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Relawan mengajak bermain anak-anak korban gempa dan tsunami Palu-Donggala, di kantor Dinas Sosial, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Aktivitas tersebut merupakan salah satu bentuk terapi untuk menghilangkan rasa trauma (trauma healing) yang dialami anak-anak korban gempa dan tsunami Palu-Donggala. (ANTARA FOTO)

BUKAMATA.CO, PALU – Lebih dari 50 anak dilaporkan hilang saat gempabumi dan Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi. Hal ini disampaikan oleh Sekretariat Bersama (Sekber) Perlindungan Anak Kementerian Sosial di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Hingga hari ini tiga anak yang terpisah dari keluarganya sudah berhasil dipertemukan kembali,” kata koordinator Sekber Perlindungan Anak Febriadi seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/10/2018) dilansir dari Antara News.

Laporan anak yang hilang atau terpisah dari keluarga katanya diterima baik dari registrasi langsung di Sekber, maupun hasil aduan melalui jejaring sosial media (Facebook, whatsapp), juga selebaran.

Loading...

Ada satu anak yang berhasil direunifikasi (dipertemukan kembali) dengan keluarganya pada Sabtu (6/10), semula berada di rumah sakit, setelah selamat dari bencana. Sekber yang menerima laporan, lalu mencari dan menemukannya, untuk kemudian dipertemukan dengan keluarganya.

“Sebelum dipertemukan dengan keluarganya, kami menempuh sejumlah posedur,” katanya.

Menurut Febriadi, bila masuk laporan terkait anak hilang, maka sekber akan menyebarkan foto anak dengan menggunakan berbagai saluran informasi.

“Misalnya melalui jaringan relawan yang ada di sini. Atau kami menyebarkan foto di sejumlah tempat temasuk posko-posko bantuan tanpa mencantumkan identitas,” katanya.

Pengaduan anak hilang juga dibuka di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Nipotowe Palu. Data sampai Minggu (07/10) menunjukkan telah masuk pengaduan di balai ini sebanyak 10 orang anak hilang atau terpisah dari orangtuanya.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here