Rusidi:Jangan Coba-coba Mengubah Perolehan Suara, Bisa Dipidana

BUKAMATA.CO, RIAU – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, Rusidi Rusdan mengimbau ke seluruh jajan pengawas pemilu se-Riau agar memastikan berita acara hasil pemungutan dan perhitungan suara tidak diubah, Minggu (21/4/2019).

Hari ini terhitung sudah empat hari Pasca Pencoblosan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tanggal 17 April 2019 yang lalu. Sejumlah masyarakat meminta kepada Bawaslu Provinsi Riau khususnya, untuk melakukan pengawasan terkait hasil dan rekap pemungutan suara yang berasal dari TPS.

Melihat banyaknya laporan dari masyarakat dan gejala seperti alotnya Pleno rekapitulasi di tingkat PPK dan banyaknya kecemasan dari caleg, Rusidi memperingatkan seluruh jajaran pengawas Pemilu.

Loading...

Instruksi ini disampaikan Rusidi melalui Group Whatsapp Bawaslu Kabupaten/Kota untuk memastikan hasil pemungutan dan perhitungan dan rekapitulasi suara tidak berubah dari tiap TPS di wilayahnya.

Rusidi mengutip Pasal 505 Undang-undang No.7 Tahun 2017, yang menegaskan kepada Anggota KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS yang karena kelalaiannya mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan/atau sertifikat rekapitulasi perolehan suara, dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 Tahun.

Rusidi juga menambahkan bahwa pada Pasal 504 UU No.7 Tahun 2017, menekankan kepada setiap orang yang karena kelalaiannya menyebabkan rusak atau hilangnya berita acara pemungutan dan perhitungan suara dan/atau sertifikat hasil penghitungan suara sebagaimana dimaksud dalam pasal 389 ayat (4) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 Tahun dan denda paling banyak Rp.12.000.000 (dua belas juta rupiah).

“Jangan coba-coba melakukan perubahan perolehan suara yang sudah dihitung di TPS, sanksi pidana menanti anda!” tegas Rusidi.

Intruksi ini, menurut Rusidi, dilakukan agar Pengawas, Penyelenggara, dan Peserta Pemilu benar-benar menjaga amanat rakyat Indonesia demi menciptanya pemilu yang jujur, bersih, dan adil.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here